Kau lupa menanyakan kabar hati sendiri
Sibuk merawat gengsi, mengabaikan nurani
Kau pandai menilai cela orang lain
Namun, pada dirimu, kau memilih diam

Empati perlahan terkikis dan hilang
Tertutup ambisi yang kau kejar tak kenal jeda
Dua suara saling berebut arah
Satu berbisik jujur, satu menuntut menang

Kau berdiri gamang di persimpangan itu
Terjepit antara ingin dan rasa malu
Sebelum langkahmu ikut memakan dirimu
Benahi dulu nuranimu yang telah linglung