Kita bertemu saat mimpi belum berpagar
Langit masih rendah, bisa kita sentuh berdua
Di usia belia, persahabatan mengalir ringan
Seringan kehilangan pena di antara tawa
Lalu kita tumbuh dan jalan mulai bercabang
Masing-masing sibuk membaca diri sendiri
Realita datang seperti jalan terjal tanpa peta
Tak semua langkah berujung pada puncak yang sama
Sahabatku, kini senja memanggil kita pulang
Puncak usia telah kita pijak bersama
Mari turun perlahan, dengan hati yang lapang
Menikmati sisa jalan tanpa tergesa
![[PUISI] Sahabat Bertumbuh](https://image.idntimes.com/post/20260407/pexels-khoa-vo-2347168-5288826_7646d74c-ac42-4f0c-adf6-ff741a456b73.jpg)