Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sajak Napas Waktu

[PUISI] Sajak Napas Waktu
Ilustrasi sungai (pexels.com/Mabel Amber)

Hidup adalah sungai yang tak kenal henti,
mengalir di antara karang dan mimpi.
Kadang tenang, kadang bergejolak,
mencium tebing, mencipta jejak.

Pagi datang dengan cawan cahaya,
menyiram embun di kelopak asa.
Siang berlari dalam nafas kerja,
menyulam harap di dada semesta.

Senja adalah perjamuan sepi,
tempat rindu dan luka bersemi.
Malam berselimut sunyi panjang,
menyanyikan doa yang tak terbilang.

Kita hanyalah daun di ranting waktu,
ditimang angin, dilepas semesta.
Gugur bukan akhir yang pilu,
tapi kisah yang lahir dengan makna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anas Setiadi
EditorAnas Setiadi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction