Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sampai Derau Tercipta
ilustrasi perempuan mendengar siaran radio (pexels.com/Javier Hernández Montes)

Kukira sudah kuteriakkan gelagat rasa
Namun, jangankan terdengar gema
Nyatanya heninglah satu-satunya nada
Seolah suara memang tak menjelma

Jadi kuberanikan diri hampiri raga
Bisikkan damba sejelas-jelasnya
Namun, sudah dekat di telinga
Kau berpura tak mendengar apa-apa

Maka bisa jadi debar memang berbeda
Atau frekuensi yang tak pernah sama
Buatku harus relakan gempita
Membekap rindu hingga parau bahana

Namun, selagi derau belum tercipta
Biar kukagumi sisa siaran milikmu
Hingga derap berani beranjak
Dan melodi lain mengganti lagu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎