Kusimpan namamu di antara doa
Pada musim yang belum sempat tiba
Kubiarkan esok tumbuh dengan harapan
Tanpa tahu kau telah menutup jendela
Ada yang berubah di sela percakapan
Jeda memanjang tanpa rasa bertumbuh
Kukira lelah hanya singgah sebentar
Rupanya hati telah memalingkan wajahnya
Kini sebuah kalimat meruntuhkan segalanya
Yang kubangun diam-diam dengan keyakinan
Betapa jauh dua hati dapat berjalan
Meski satu masih menggenggam tujuan
Tak akan kupaksa senja menetap
Atau meminta laut mengembalikan ombak
Hanya saja sulit menerima kenyataan
Bahwa aku masih di sini saat kau telah beranjak
![[PUISI] Sebuah Akhir yang Menyakitkan](https://image.idntimes.com/post/20260621/pexels-andrew-5255996_113ff83a-dfef-455e-96fe-691a2bef8b3c.jpg)