Kuseduh secangkir teh,
membiarkan uapnya
menari pelan di udara.
Tak ada percakapan,
tak ada riuh yang memaksa.
Hanya hening
yang duduk menemaniku.
Sesekali angin datang,
membawa aroma daun
dan kenangan yang samar.
Kusadari,
tak semua sunyi
harus diusir.
Sebab di antara
secangkir teh dan hening,
aku menemukan ruang
untuk kembali mengenal diriku sendiri.
![[PUISI] Secangkir Teh dan Hening](https://image.idntimes.com/post/20260805/1000130051_b05d92d4-d166-4c01-9186-6e8057848c03.jpg)