Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening
ilustrasi secangkir teh panas (pexels.com/Denys Gromov)

Kuseduh secangkir teh,
membiarkan uapnya
menari pelan di udara.

Tak ada percakapan,
tak ada riuh yang memaksa.
Hanya hening
yang duduk menemaniku.

Sesekali angin datang,
membawa aroma daun
dan kenangan yang samar.

Kusadari,
tak semua sunyi
harus diusir.

Sebab di antara
secangkir teh dan hening,
aku menemukan ruang
untuk kembali mengenal diriku sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team