Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Secarik Harapan

[PUISI] Secarik Harapan
ilustrasi lilin menyala dalam kegelapan (pixabay.com/AtlasStudio)

Wahai garuda
Bangkit dan terbanglah mengudara
Kepakkan kedua sayapmu di angkasa
Negeri sedang membutuhkanmu segera

Wahai garuda
Kemanusian sungguh menakutkan
Persatuan sudah berantakan
Keadilan sudah menyedihkan
Di mana jiwa Pancasila sekarang?

Wahai garuda
Melesat dan datanglah kemari
Dengan seluruh sila di dada 
Obatilah jiwa rakyat yang mati
Bangkitkan kembali Pancasila

Sebelum saatnya aku tiada 
Hanya berdoa pada Tuhan yang maha Esa
Dengan ikhtiar sepenuh jiwaraga
Teruntuk tanah air tercinta, Indonesia

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction