Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sekat Tanpa Pintu

ilustrasi wanita memandang keluar jendela
ilustrasi wanita memandang keluar jendela (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)

Ada dinding tipis
Yang tumbuh di antara kita
Bukan batu bukan kayu
Hany jarak yang perlahan mengeras
Dari kata-kata yang tak lagi kita ucapkan
Aku mengetuknya pelan
Namun gema tak pernah kembali

Seperti kau tak ingin tahu
Bahwa aku masih di sini
Menunggu celah kecil yang tak kunjung terbuka
Sekat tanpa pintu itu
Membuat kita saling menduga
Mengidamkan luka
Melingkupi rindu
Yang tak menemukan jalan pulang

Andai kau tahu
Aku tak ingin merobohkannya
Hanya ingin melewati
Tanpa haris kehilanganmu
Tapi sekat itu membisu
Dan di baliknya
Namamu tetap menjadi hal paling bising
Dalam kesunyian yang kupeluk

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Langkah Pertama setelah Hujan

16 Des 2025, 13:47 WIBFiction
ilustrasi orang menempelkan sticky notes

[PUISI] Pergi untuk Pulang

15 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi memasak bersama keluarga

[PUISI] Aroma Masakan Ibu

14 Des 2025, 05:15 WIBFiction
ilustrasi secangkir kopi (pexels.com/Boryslav Shoot)

[PUISI] Kopi Hitam

14 Des 2025, 05:04 WIBFiction
Posisi tenang

[PUISI] Harapan Fana

12 Des 2025, 16:57 WIBFiction