Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Setelah Kepergianmu

[PUISI] Setelah Kepergianmu
ilustrasi tanaman (pexels.com/Lisa Fotios)

Setelah kau pergi, 
Kau meminta untuk tak ku nanti
Bayanganmu terlalu kuat saatku minta pergi
Namun apalah hak diri, meminta kau tetap disini

Aku mulai bersabar memeluk bayang-banyang yang tak mampu ku raba
Tiba-tiba kau datang membawa segumpal janji
Aku ragu janji itu akan teringkar

Tapi aku juga tak mampu, menahan perasaan yang terlanjur dalam
Ku kira aku hanya berhalusiansi 
Ternyata aku salah... 
Bayangnya kini menjadi nyata

Namun aku takut bila rasa ini hanya menjadi sebuah luka lagi
Aku takut sang pencitpaku marah padaku
Lalu aku menyeka air mata, dan memintanya untuk pergi, 
Kedatanganmu tak membawa nyaman, 
Aku hanya berusaha menjaga apa yang telah aku lakukan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
pratiwi wii
Editorpratiwi wii
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction