Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Surat untuk Tuan Pendengar

[PUISI] Surat untuk Tuan Pendengar
Ilustrasi surat untuk tuan pendengar (pexels.com/id-id/@jmark)
Share Article

Entah mengapa hari-hari kian penuh arti
Sejak kau hadir bukan dalam mimpi
Melebur sepi
Mengisi ruang hati

Mengubah gundah gulana
Menjadi penuh warna
Yang setia mendengarkan
Bukan hanya di akhir pekan

Yang gemar lontarkan puja puji
Membuatku tersenyum sendiri
Aku yang terus kalah memulai tuk mengucap bahasa rindu
Sementara kau tak pernah samar-samar membuka bibir untuk mengatakan merindu

Lewat ini kan kuucapkan
Bahwa hatiku terus membuncah
Sebab rinduku semakin hari kian bertumbuh
Salam hangat dari puan yang kau dengar suaranya di malam sunyi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Sepi yang Kau Pelihara

29 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction