Tanggal tua mengambang di udara
Orang-orang sibuk menghitung menghutang rencana
Menantikan tanggal muda yang di depan mata yang katanya tanggal pencipta ceria
Tanggal surganya dunia
Tanggal bahagianya seluruh isi semesta
Tapi, di antara ribuan orang yang bersukacita, berfoya-foya
Satu di antara orang-orang itu termenung
Menopang dagu dengan tangan di atas etalase kaca
Menatap langit malam yang berjelaga
Memungut detik demi detik yang terus berdetak
Menghitung hari yang berganti bulan
Ia terus bertanya-tanya dalam kepalanya yang riuh dan porak poranda
Kapan kiranya semesta mengirimkan segepok uang di sudut beranda
Lalu, ia tak perlu bekerja
Hanya tertawa buas sampai pulas dan puas—misalnya
![[PUISI] Tanggal Tua Ini Mengambang di Udara](https://image.idntimes.com/post/20241112/pexels-thngocbich-636246-29fd1daa7c5d7380758732d1c45f7838-388423aac2f47e4f875a6748c4fff405.jpg)