Di setiap penghujung senja
Aku belajar dari sebidang ladang
Dari hijau yang perlahan berganti keemasan
Hingga akhirnya merunduk ketika waktunya telah tiba
Kerbau masih menorehkan jejak
Di tanah yang tak pernah pandai mengingat nama
Sementara gemericik air
Tetap menemukan jalannya tuk menemani
Sebab embun tak pernah berkata cukup
Sebagai pasukan penumbuh kehidupan
Di sanalah sumur
Yang tetap tegak walaupun berumur
Ia tak mengenal kemarau ataupun hujan
Yang takdirnya terus menerus terkubur dalam lumpur
Seakan tahu bahwa akar tak pandai mencari air sendirian
Mungkin begitulah bentuk kebaikan
Tak haus berdiri agar dipuji
Cukup menjadi dirinya sendiri
Yang diam-diam menghidupi
Ia yang memilih hilang di dalam gelapnya tanah
Namun kekal hidup di setiap bulir yang menguning
Dan di setiap kenyang yang tak pernah tahu
Dari Dia yang lebih dahulu mengorbankan hausnya
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tentang Air Sumur yang Tak Meminta Nama
![[PUISI] Tentang Air Sumur yang Tak Meminta Nama](https://image.idntimes.com/post/20260628/pexels-mrborys-7986066_781b114c-cf46-41f9-b1d9-bddda8dfe162.jpg)
ilustrasi sumur (pexels.com/Borys Zaitsev)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- [PUISI] Terkapar di Taman Surga01 Jul 2026, 05:04 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- [PUISI] Pemain Curang30 Jun 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Dua Orang dan Satu Musim08 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Hujan Pertama di Bulan Oktober08 Oct 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Kalah08 Oct 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Air Mata Hujan di Awal Oktober08 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Sejauh Apa Kenangan Bisa Pulang?08 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tersesat dalam Labirin Kehidupan07 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Delapan Jumpa dan Penggantinya07 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Bukan Aku yang Tak Cukup07 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Rumah Bernama Ibu07 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Larik Tak Bertuan07 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Memori di Meja Pojok Nomor Dua06 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Sang Pendoa dan Sang Pendosa06 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Barangkali Bukan Senja 06 Oct 2026, 09:47 WIB
[PUISI] Memeluk Lupa06 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Anak Tangga yang Tidak Terlihat06 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Di Antara Buku-buku yang Berdebu05 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Di Balik Tenang yang Kita Minta05 Oct 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Berdamai dengan Patah05 Oct 2026, 08:58 WIB
[PUISI] Tumbuh dari Retak05 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Netra Serigala05 Oct 2026, 05:04 WIB