Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Terima Kasih Semesta

[PUISI] Terima Kasih Semesta
ilustrasi cincin pasangan (Unsplash.com/Beatriz Pérez Moya)

Lemah lembut kata mereka

Pesonamu selalu mekar merona

Tutur katamu yang sederhana

Mengelus lembut senyumku berirama

 

Pujian ini terlihat biasa

Sebab yang terlontar adalah fakta

Kebahagiaan mana yang penuh rupa

Jelas dirimu selalu kubangga

 

Sekali lagi niatku bijaksana

Ketulusan deras mengalir ke sana

Diantara jemarimu yang jelita

Ingin kuhadirkan janji tanpa kata

 

Memilikimu di dalam fana

Tak takut raga kehilangan nyawa

Sebab pertemuan saat di nirwana

Kuyakin tak terpisah dilindungi semesta

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction