Di tanah yang disebut surga
Menanam mimpi di urat-urat fajar,
Sementara langit menenun cahaya
Menjadi selimut bagi rerumputan yang berdoa
Gunung-gunung berdiri gagah
Mengalungkan kabut teramat megah
Mengalir sebagai surat panjang
Yang ditulis hujan kepada lautan
Namun lagi-lagi tumbang
Bukan badai yang menggertakkan gigi angin
Hanya sebuah janji kering
Layaknya tanah tak hapal musim
![[PUISI] Tumbang di Tanah Surga](https://image.idntimes.com/post/20241204/1000248809-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-1bd0ab227018f29e19409d07d5dacfb6.jpg)