Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Undangan Paling Menyakitkan

[PUISI] Undangan Paling Menyakitkan
Ilustrasi penguntingan sertifikat pernikahan. (pixabay.com/ stevepb)
Share Article

Hari itu kau datang

Membawa undangan berwarna emas

Namaku tertulis sebagai tamu

Bukan pendampingmu

Aku membaca perlahan

Sambil menahan koyakan di dada

Kukira undangan paling menyakitkan yang kuterima

Ternyata kesakitan itu melihat diriku benar-benar sadar

Aku pernah menjadi rumah

Tempat saat lelah kau pulang

Kini aku hanya kursi jauh

Yang menyaksikan kau bersumpah

Dan malam setelah rangkaian pesta

Aku menangis tanpa suara

Sesosok yang pernah kupanggil cinta

Kini memanggil orang lain 'selamanya'

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team