Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Saat Semuanya Menumpuk di Dada

[PUISI] Saat Semuanya Menumpuk di Dada
ilustrasi simbol hati (pexels.com/Puwadon Sang-ngern)
Share Article

Ada begitu banyak hal
yang ingin kuceritakan,
namun entah harus mulai dari mana.

Tentang lelah
yang tak sempat beristirahat,
tentang kecewa
yang kupendam dalam diam.

Semuanya menumpuk di dada,
menjadi sesak
yang tak terlihat mata.

Aku tersenyum seperti biasa,
seolah tak ada apa-apa.
Padahal di dalam diri,
ada begitu banyak suara
yang saling berebut ingin didengar.

Malam menjadi tempat
aku melepaskan semuanya.

Bukan dengan kata,
hanya dengan diam
dan beberapa tetes air mata.

Mungkin aku memang tak harus
selalu terlihat kuat.

Sebab sesekali,
membiarkan hati runtuh
adalah cara sederhana
untuk memberinya ruang bernapas.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team