Hari itu kau datang
Membawa undangan berwarna emas
Namaku tertulis sebagai tamu
Bukan pendampingmu
Aku membaca perlahan
Sambil menahan koyakan di dada
Kukira undangan paling menyakitkan yang kuterima
Ternyata kesakitan itu melihat diriku benar-benar sadar
Aku pernah menjadi rumah
Tempat saat lelah kau pulang
Kini aku hanya kursi jauh
Yang menyaksikan kau bersumpah
Dan malam setelah rangkaian pesta
Aku menangis tanpa suara
Sesosok yang pernah kupanggil cinta
Kini memanggil orang lain 'selamanya'
![[PUISI] Undangan Paling Menyakitkan](https://image.idntimes.com/post/20260620/stevepb-divorce-619195_1920_b1a1e491-281c-4b51-82ac-5f5330e34395.jpg)