Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Utusan Malaikat Maut

[PUISI] Utusan Malaikat Maut
ilustrasi pohon mati (unsplash.com/Ron Szalata)

Daun putih merekah menjalar perlahan
Di atas ranting dengan isi menghilang melambat
Bersama wajah sayu terhias keriput

Batang tak sanggup lagi untuk menopang
Daging yang melemah di tarik gravitasi

Jiwa seharusnya sadar tentang utusan
Mengingatkan bahwa perpisahan mendekat

Raga mengetahui takdir datang di akhir
Pasti kematian setiap saat mengintai
Kala senja dan gelap
Saat fajar dan terang

Semestinya akal berpikir tentang bekal
Sebab hati gelisah setiap mengingat

Karena perpisahan mengakhiri keharusan
Dengan raga yang tenggelam
Dan jiwa yang terlelap

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Dirampas

16 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction