Lensa matamu buram tak berfokus,
gersang berbalutkan tandus.
Hidungmu semerbak aroma pinokio,
semilir di atas kertas folio.
Kau berdansa dengan jemari,
paradigma melayang kesana-kemari.
Wajahmu kusam penuh minyak,
dipandang oleh khalayak.
Kepalamu terus melayang-layang,
di atas seluas samudera mengawang-awang.
Lidahmu bersekolah,
hatimu bolos sekolah.
Mindsetmu akademisi,
Rasamu dipuncak inflasi.
Menyelamlah seluas suluk,
hujanilah sedalam lubuk.
![[PUISI] Wanita Tandus](https://image.idntimes.com/post/20180919/4b3e336d1a8a761574c02629b197e72f.jpeg)