Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[Puisi] Yang Tersisa Setelah Segalanya
Ilustrasi Lelah dan sunyi. (unsplash.com/Aedrian Salazar)

Telah dipanjat langit dengan lutut berdarah
Digenggam bintang dengan tangan yang patah
Namun mimpi masih menjadi pulau yang jauh
Sementara langkah telah kehilangan seluruh arah

Musim demi musim dikubur dalam dada
Air mata dijadikan hujan untuk menyuburkan asa
Namun tanah yang ditanami seluruh doa
Tetap menumbuhkan sunyi, tak pernah bunga

Kini tenaga tinggal bayang-bayang di dinding
Napas tersangkut pada malam yang semakin asing
Seluruh jalan ditempuh dengan kaki telanjang
Namun pintu tujuan tetap bisu dan terkunci

Betapa getir menjadi lilin yang habis terbakar
Memberi cahaya hingga tubuhnya tinggal bara
Ketika seluruh hidup diserahkan kepada harapan
Namun harapan tak pernah belajar untuk pulang

Mungkin inilah luka yang paling tak bersuara
Bukan kalah, bukan pula menyerah kepada dunia
Hanya telah tiba di batas yang tak lagi bernama
Sementara mimpi masih jauh dan waktu terus menua

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team