Telah dipanjat langit dengan lutut berdarah
Digenggam bintang dengan tangan yang patah
Namun mimpi masih menjadi pulau yang jauh
Sementara langkah telah kehilangan seluruh arah
Musim demi musim dikubur dalam dada
Air mata dijadikan hujan untuk menyuburkan asa
Namun tanah yang ditanami seluruh doa
Tetap menumbuhkan sunyi, tak pernah bunga
Kini tenaga tinggal bayang-bayang di dinding
Napas tersangkut pada malam yang semakin asing
Seluruh jalan ditempuh dengan kaki telanjang
Namun pintu tujuan tetap bisu dan terkunci
Betapa getir menjadi lilin yang habis terbakar
Memberi cahaya hingga tubuhnya tinggal bara
Ketika seluruh hidup diserahkan kepada harapan
Namun harapan tak pernah belajar untuk pulang
Mungkin inilah luka yang paling tak bersuara
Bukan kalah, bukan pula menyerah kepada dunia
Hanya telah tiba di batas yang tak lagi bernama
Sementara mimpi masih jauh dan waktu terus menua
![[Puisi] Yang Tersisa Setelah Segalanya](https://image.idntimes.com/post/20260808/1000119724_6879843f-49ef-430f-8226-a4406c41936f.jpg)