Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[CERPEN] Cahaya dalam Kegelapan

[CERPEN] Cahaya dalam Kegelapan
unsplash.com/Nigel Tadyanehondo
Share Article

Pada suatu malam yang gelap gulita, seorang anak kecil bernama Arian berjalan sendirian di jalanan yang sepi. Di hadapannya, ia melihat sebuah benda bercahaya yang menarik perhatian. Dengan rasa penasaran, Arian mendekati benda tersebut dan menemukan sebuah bola kristal yang terus memancarkan cahaya ke seluruh penjuru.

Saat itu juga, Arian merasakan betapa kedinginan malam itu dan ia memutuskan untuk membawa bola kristal tersebut untuk membantu menemukan jalan pulang. Namun, tak lama kemudian, Arian sadar bahwa bola kristal itu lebih dari sekadar lampu senter. Ia merasakan kehangatan dan kebahagiaan yang memancar dari bola kristal.

Sayangnya, setelah ia merasakan kehangatan bola kristal itu, Arian disergap oleh kegelapan yang semakin mendekat dan membayangi langkah-langkahnya. Ia menjadi takut dan khawatir bola kristal yang digenggamnya akan hilang ditelan oleh kegelapan. Namun, Arian tidak menyerah. Ia menggenggam erat bola kristal itu dan terus berjalan dengan penuh semangat dan tekad.

Bahkan ketika kegelapan makin pekat, Arian tetap tidak menyerah. Ia terus berjalan dengan cahaya yang diselamatkannya itu dan akhirnya berhasil menemukan jalan pulang. Setibanya di rumah, Arian merasakan kebahagiaan yang besar dan ia menyadari bahwa bola kristal itu membawa harapan dan kebahagiaan di dalam hatinya.

Sejak saat itu, Arian selalu membawa bola kristal ke mana-mana dan menjadi terang dalam kegelapan, bahkan ketika ia merasa kehilangan arah atau saat ia kebingungan. Ia merasa bangga dan senang telah menyelamatkan cahaya dari kegelapan dan mempertahankan kebahagiaannya di dalam hati.

Seiring berjalannya waktu, Arian tumbuh menjadi orang yang bijaksana dan berani. Ia menjadi seseorang yang selalu membawa cahaya dalam hidupnya dan menyebarkan kebahagiaan ke seluruh penjuru. Kehadiran bola kristal telah mengajarkannya bahwa ketika segalanya terlihat gelap, cahaya selalu ada untuk menyelamatkan kita dari kegelapan yang menyelimuti.

Akhirnya, Arian menyadari bahwa bola kristal tersebubt adalah sebuah simbol yang mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan selalu tersedia bagi mereka yang berani menemukan dan menyelamatkannya dari kegelapan yang menghadang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More

[PUISI] Senja Lupa Beranjak

07 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menyelamatkan Akar

[PUISI] Menyelamatkan Akar

07 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lumrah yang Susah

[PUISI] Lumrah yang Susah

06 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kompas yang Patah

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Pernah Usang

[PUISI] Tak Pernah Usang

04 Jun 2026, 16:57 WIBFiction
[PUISI] Sisi Gelap Senja

[PUISI] Sisi Gelap Senja

04 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Balikpapan Baru

[PUISI] Balikpapan Baru

03 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Komuni Jiwa

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction