3 Bumbu Bali selain Base Genep, Bikin Masakan Lebih Khas

Di balik kelezatan masakan Bali yang kaya rempah, tersimpan rahasia dapur tradisional yang diwariskan turun-temurun. Banyak orang mengenal base genep sebagai bahan dari berbagai hidangan khas Pulau Dewata. Namun, bagi masyarakat Bali, dunia bumbu tidak berhenti di sana.
Ada berbagai jenis base atau bumbu dasar lainnya yang memiliki karakter rasa, aroma, serta fungsi berbeda dalam setiap masakan. Dari bumbu yang dirajang kasar hingga racikan yang menghadirkan aroma wangi menggugah selera, ini dia tiga bumbu masakan khas Bali selain base genep.
1. Base suna cekuh

Base suna cekuh adalah bumbu dasar khas Bali yang didominasi oleh bawang putih dan kencur sebagai bahan utamanya. Dalam bahasa Bali, suna artinya adalah bawang putih dan cekuh berarti kencur.
Bumbu ini terbuat dari bawang putih, kencur, kemiri, kunyit, cabai, dan daun salam yang semuanya dihaluskan dan diolah dengan minyak kelapa. Kemudian, bumbu ini ditumis hingga tercampur semuanya dan siap digunakan untuk memasak. Base suna cekuh sering dipakai untuk menu ayam goreng suna cekuh, lawar pindang, dan berbagai tumisan.
2. Base rajang

Base rajang merupakan bumbu dasar khas Bali yang terdiri dari cincangan halus kombinasi berbagai rempah-rempah. Kata rajang dalam bahasa Bali berarti mengiris atau memotong-motong, sesuai dengan nama bumbu dasar tersebut. Ciri khas dari base rajang adalah memberikan tekstur dan aroma yang lebih segar karena bahan tidak dihaluskan.
Bumbu ini terdiri dari berbagai rempah yang diproses secara seimbang dan menciptakan rasa yang istimewa. Beberapa bahan utama yang sering digunakan adalah kunyit, jahe, lengkuas, serai, bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Beberapa masakan yang menggunakan base rajang adalah lawar, ayam betutu, dan ikan nyat-nyat.
3. Base wangen

Base wangen atau sering disebut juga dengan bumbu wangenan adalah bumbu dasar yang berfungsi memperkuat aroma serta cita rasa masakan daging. Berbeda dari base genep, bumbu ini menonjolkan rempah kering seperti ketumbar, merica, cengkeh, pala, dan jangu.
Umumnya, bahan-bahan bumbu tersebut diolah bersama bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, hingga lengkuas, lalu disangrai hingga aromanya keluar. Setelah itu dihaluskan dan dijadikan bumbu masakan daging seperti sate lilit, ayam betutu, atau hidangan babi guling. Base wangen membuat masakan lebih kaya, berempah, serta memberikan aroma wangi yang khas.
Walaupun base genep adalah bumbu dasar paling terkenal dalam kuliner Bali, masih banyak bumbu lain yang memiliki fungsi khusus dalam menciptakan rasa masakan tradisional Bali. Ketiga bumbu di atas pun bisa kamu buat sendiri untuk bahan memasak di rumah. Gimana, tertarik untuk mencoba membuatnya?


















