Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Bahan di Plating Sushi yang Ternyata Bisa Dimakan, Bukan Pajangan!

5 Bahan di Plating Sushi yang Ternyata Bisa Dimakan, Bukan Pajangan!
ilustrasi sushi (pexels.com/ DΛVΞ GΛRCIΛ)
Share Article

Kalau kamu pertama kali lihat plating sushi di restoran Jepang, perhatian biasanya langsung tertuju ke ikan atau sushi roll-nya. Padahal kalau diperhatikan lebih detail, ada banyak elemen lain di piring seperti daun hijau, irisan tipis, sampai serabut putih yang terlihat seperti hiasan. Banyak orang menganggap itu hanya dekorasi, padahal sebagian besar sebenarnya bisa dimakan dan punya fungsi penting.

Dalam budaya kuliner Jepang, hampir tidak ada elemen yang diletakkan tanpa tujuan. Setiap komponen biasanya punya peran untuk mendukung rasa, aroma, tekstur, sampai pengalaman makan secara keseluruhan. Jadi kalau selama ini kamu sering menyisakan bagian tersebut, bisa jadi kamu melewatkan sesuatu yang justru penting dalam suatu hidangan sushi.

1. Daun shiso

ilustrasi daun shiso
ilustrasi daun shiso (pixabay.com/ Steveorini)

Shiso sering diletakkan di bawah sashimi atau di samping potongan ikan sebagai alas. Secara visual memang membuat piring terlihat lebih segar dan menarik, tapi fungsi utamanya bukan hanya untuk tampilan.

Saat dimakan bersama ikan, shiso memberikan sensasi segar dengan sedikit rasa herbal dan hint mint yang ringan. Daun shiso ini membantu mengangkat rasa ikan agar tidak terasa flat. Selain itu aromanya juga bisa membantu menetralisir bau amis, sehingga mulut terasa lebih bersih setelah makan.

2. Gari

ilustrasi gari
ilustrasi gari (pexels.com/ Valeria Boltneva)

Gari atau acar jahe biasanya disajikan dalam bentuk irisan tipis berwarna pink atau putih di sisi piring. Banyak yang mengira ini dimakan bersamaan dengan sushi, padahal fungsinya berbeda.

Gari digunakan di sela sela makan untuk membersihkan rasa di lidah. Rasa manis dan asamnya membantu menghilangkan sisa rasa dari sushi sebelumnya, sehingga kamu bisa menikmati jenis berikutnya dengan lebih jelas. Tanpa gari, rasa antar potongan bisa bercampur dan terasa kurang maksimal.

3. Wasabi

ilustrasi wasabi
ilustrasi wasabi (pexels.com/ Atlantic Ambience)

Wasabi sering terlihat sebagai pasta hijau kecil di piring sushi. Banyak orang langsung mencampurnya dengan kecap asin dalam jumlah banyak, padahal penggunaannya biasanya cukup sedikit.

Selain memberi sensasi pedas yang cepat hilang, wasabi membantu mengurangi bau amis dan memberi rasa segar. Dalam tradisi kuliner Jepang, wasabi juga dikenal memiliki sifat antibakteri alami sehingga cocok digunakan bersama makanan mentah seperti sashimi.

4. Daikon parut

ilustrasi daikon parut mirip bihun
ilustrasi daikon parut mirip bihun (pixabay.com/ DesignDrawArtes

Serabut putih yang terlihat seperti mie tipis di bawah sashimi biasanya adalah daikon parut. Banyak orang menganggap ini hanya alas atau pemisah antar potongan ikan.

Padahal daikon ini bisa dimakan dan punya fungsi penting. Teksturnya yang renyah dengan rasa segar membantu menyeimbangkan rasa ikan yang cenderung kaya dan berlemak. Setelah makan sashimi, daikon bisa membuat mulut terasa lebih ringan dan tidak cepat enek.

5. Tsuma

ilustrasi tsuma
ilustrasi tsuma (pexels.com/ DΛVΞ GΛRCIΛ)

Tsuma adalah berbagai garnish sayuran seperti mentimun atau wortel yang dipotong tipis dan ditata rapi di piring. Secara visual memang mempercantik plating, tapi fungsinya lebih dari itu.

Saat dimakan bersama sashimi, tsuma memberikan tekstur renyah yang kontras dengan lembutnya ikan. Ini membuat pengalaman makan jadi lebih variatif dan tidak monoton, karena ada kombinasi tekstur yang berbeda dalam satu suapan.

Kuliner Jepang sangat memperhatikan keseimbangan dan efisiensi. Elemen yang ada di piring biasanya tidak hanya untuk dilihat, tapi juga bisa dinikmati. Setiap bagian punya peran untuk mendukung rasa atau pengalaman makan. Penjelasan ini membuat hidangan sushi terasa lebih utuh. Kamu tidak hanya menikmati satu komponen utama, tapi juga interaksi antara berbagai elemen kecil yang saling melengkapi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

5 Fakta Menarik Salt Bread, Roti Asin Korea yang Lagi Viral

02 Jun 2026, 12:15 WIBFood