Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perbedaan Ayam Goreng Korea dan Amerika, Kamu Sadar?

Perbedaan Ayam Goreng Korea dan Amerika, Kamu Sadar?
Ilustrasi ayam goreng (pexels.com/@thejourneyofframes)
Intinya Sih
  • Ayam goreng Korea memakai teknik double frying untuk hasil super renyah dan ringan, sedangkan versi Amerika digoreng sekali dengan lapisan tepung tebal yang gurih dan padat.
  • Perbedaan rasa terlihat dari penggunaan saus: ayam Korea dilumuri berbagai saus khas seperti yangnyeom, sementara ayam Amerika mengandalkan bumbu marinasi tanpa saus utama.
  • Dari budaya makan hingga side dish, ayam Korea identik dengan chimaek dan acar lobak segar, sedangkan ayam Amerika disajikan sebagai comfort food lengkap dengan kentang goreng atau makaroni keju.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa yang bisa menolak aroma menggoda dari sepiring ayam goreng yang baru matang? Meski sama-sama menawarkan tekstur krispi yang menggugah selera, ternyata ada perbedaan ayam goreng khas Korea dan Amerika yang sangat kontras, lho. Memahami karakteristik unik dari masing-masing bisa membuat pengalaman berburu kuliner kamu jauh lebih berkesan.

​Bagi para pencinta fried chicken, perdebatan mengenai mana yang lebih unggul rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Mulai dari teknik penggorengan hingga rahasia bumbu yang digunakan, masing-masing memiliki daya tarik tersendiri bagi lidah kita. Supaya gak penasaran, bedah lebih dalam tentang perbedaan ayam goreng Korea dan Amerika melalui ulasan berikut ini!

1. Teknik menggoreng yang beda total

ilustrasi menggoreng
ilustrasi menggoreng (unsplash.com/@louishansel)

Kalau ngomongin teknik, di sinilah perbedaan ayam goreng Korea vs. Amerika yang terasa jelas. Ayam goreng Korea terkenal dengan metode double frying, alias digoreng dua kali, untuk hasil yang ekstra renyah. Potongan ayam yang sudah dilapisi tepung akan digoreng pertama kali pada suhu sekitar 163 derajat Celsius sampai matang, lalu didiamkan sebentar sebelum digoreng lagi pada suhu lebih tinggi, sekitar 190 derajat Celsius, supaya teksturnya makin krispi.

Hasil dari teknik ini bikin kulit ayam jadi super tipis dan renyah, bahkan hampir “pecah” saat digigit, tapi bagian dalamnya tetap juicy dan empuk. Menariknya lagi, kerenyahannya ini tahan lama dan tidak terasa berminyak, jadi tetap enak meskipun sudah dilumuri saus. Itulah kenapa ayam goreng Korea punya sensasi ringan tapi tetap nagih di setiap gigitan.

Berbeda dengan ayam goreng Amerika yang biasanya mengandalkan teknik yang lebih sederhana, yaitu digoreng sekali saja. Ayam dilapisi tepung berbumbu yang tebal, lalu langsung digoreng hingga matang dengan hasil luar yang crunchy dan dalam yang juicy. Teksturnya cenderung lebih padat dan “berisi”, dengan rasa gurih asin yang kuat dari bumbu di lapisan tepungnya.

2. Saus vs. bumbu

ilustrasi ayam goreng
ilustrasi ayam goreng (unsplash.com/@tigerrulezzz)

Kalau masuk ke urusan rasa, perbedaan ayam goreng ala Korea dan Amerika cukup terlihat. Di Amerika, ayam goreng biasanya disajikan begitu saja tanpa dilumuri saus, karena cita rasanya sudah merasuk lewat bumbu di adonan tepung atau saat marinasi. Kalaupun pakai tambahan, biasanya berupa saus celup, seperti tomat atau saus pedas, yang dimakan terpisah.

Sebaliknya, di Korea, justru sauslah yang menjadi bintang utamanya. Salah satu yang paling ikonik adalah ayam yangnyeom, yakni berupa saus lengket, manis, tapi juga pedas yang dibuat dari gocujang, bawang putih, kecap, dan gula. Selain itu, ada juga varian lain, seperti bawang putih-kecap, mentega madu, hingga rasa keju yang unik dan kekinian.

Umumnya, kedai ayam goreng Korea sering menawarkan konsep ban-ban atau satu porsi dengan dua pilihan rasa sekaligus. Jadi kamu gak perlu bingung memilih satu, karena bisa langsung mencoba dua varian dalam satu kotak. Inilah ayam goreng yang kerap kamu saksikan di drakor!

3. Porsi besar lawan porsi kecil

ilustrasi apa bedanya ayam goreng korea dan amerika
Ilustrasi apa bedanya ayam goreng korea dan amerika (pexels.com/@thejourneyofframes)

Perbedaan ayam goreng Korea dan Amerika akan terasa dari porsinya. Di Amerika, ayam goreng sering hadir dalam bentuk “ember keluarga”, seperti yang populer di KFC, atau bisa dibeli satuan yang terasa lebih personal. Meski ada versi sharing, tetap saja porsinya terasa lebih terstruktur dan bisa dinikmati per orang.

Sementara itu, ayam goreng Korea biasanya disajikan dalam potongan kecil seukuran gigitan, sering kali masih dengan tulang di dalamnya. Satu porsi bisa cukup besar dan memang dibuat untuk dimakan bersama, bukan konsep “satu orang satu piring”. Mau dimakan di rumah, di restoran, atau bahkan dipesan larut malam, vibes-nya memang diatur sebagai santapan santai dan dinikmati bareng-bareng.

4. Lekat menjadi menu saat nongkrong hingga comfort food

ilustrasi ayam goreng
ilustrasi ayam goreng (unsplash.com/id/@anna99t)

Di Korea, ayam goreng jarang dimakan sendirian, bahkan identik sebagai teman minum bir, atau yang dikenal dengan istilah chimaek (chicken + maekju). Budaya ini begitu kuat sampai sering muncul di drama Korea, di mana karakter-karakternya sering ngobrol sambil makan ayam dan minum bir setelah hari yang panjang. Makanya, di Korea, ayam goreng bukan cuma makanan utama, tapi juga camilan sosial yang dinikmati bareng teman.

Sedangkan di Amerika, ayam goreng punya peran yang lebih fleksibel. Bisa jadi menu cepat saji, hidangan utama di restoran, bahkan bagian dari brunch klasik dengan chicken and waffle. Di Korea, disantap dengan bir, gaya Amerika banyak yang menikmati ayam dengan minuman bersoda dingin hingga dijadikan comfort food yang praktis dan mudah diakses kapan saja.

5. Side dish yang beragam, tapi bikin rasa kian lengkap

ilustrasi ayan goreng
ilustrasi ayan goreng (unsplash.com/@lucaslafotografia)

Kalau ngomongin pendamping, ayam goreng Korea dan Amerika punya gaya yang berbeda. Di Amerika, side dish-nya cenderung berat dan mengenyangkan, seperti kentang goreng, biskuit, makaroni keju, atau kentang tumbuk. Gak cuma itu, ada juga pelengkap, seperti wortel dan seledri, sampai versi khas selatan yang disajikan dengan sawi hijau, sampai okra, yang dijual dalam paket ala comfort food yang lengkap.

Sebaliknya, ayam goreng Korea punya side dish yang lebih ringan dan menyegarkan. Yang paling khas adalah acar lobak atau chikin-mu, dengan rasa asam segar dan tekstur renyah yang membantu “memotong” rasa gurih dan pedas dari ayamnya. Beberapa tempat juga menambahkan kol parut dengan saus mayones manis sebagai pelengkap.

Pada akhirnya, perbedaan ayam goreng Korea dan Amerika bukan soal mana yang lebih enak, tetapi juga selera dan momen menikmatinya. Mau yang ringan, renyah, dan penuh saus ala Korea, atau yang gurih, padat, dan mengenyangkan ala Amerika, masing-masing punya daya tarik. Kalau kamu, lebih suka ayam goreng mana, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More