5 Jenis Espresso yang Populer di Kedai Kopi, Ada Favoritmu?

- Ristretto memakai lebih sedikit air, menghasilkan ekstraksi pendek dengan rasa pekat dan intens dalam porsi kecil.
- Espresso adalah dasar banyak minuman kopi; doppio berisi dua shot dengan rasa, aroma, dan aftertaste lebih kuat.
- Lungo diekstraksi dengan lebih banyak air, sedangkan macchiato menambahkan sedikit susu atau busa agar espresso tetap dominan.
Pernah gak sih sudah niat pesan espresso di kedai kopi, tapi malah bengong lihat pilihan menunya? Meski sama-sama berbahan dasar espresso, tiap jenis punya karakter yang beda, mulai dari rasa, kekentalan, sampai jumlah air yang digunakan. Ada yang rasanya lebih bold dan pekat, sementara yang lain terasa lebih ringan dan panjang saat diminum.
Buat yang baru mulai kenal kopi, istilah seperti ristretto, lungo, atau doppio mungkin terdengar asing, lho. Padahal, memahami jenis espresso bisa bikin pengalaman ngopi jadi lebih seru karena kita bisa memilih sajian yang sesuai selera. Nah, sebelum asal pesan, yuk kenali beberapa jenis espresso yang populer di kedai kopi berikut ini!
1. Ristretto

ilustrasi ristretto (freepik.com/wirestock) Kalau suka kopi yang rasanya lebih pekat dan intens, ristretto bisa jadi pilihan yang menarik, lho. Jenis espresso ini dibuat dengan jumlah air yang lebih sedikit dibandingkan espresso standar sehingga hasil ekstraksinya lebih pendek dan terkonsentrasi. Meski porsinya kecil, rasa yang dihasilkan justru terasa bold dan punya karakter yang kuat.
Karena air yang digunakan lebih sedikit, ristretto terasa lebih pekat dan intens saat diminum. Tapi jangan langsung mengira rasanya bakal lebih pahit, karena waktu ekstraksinya yang singkat justru bisa menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Nah, kalau kamu suka kopi dengan rasa yang kuat dalam porsi kecil, ristretto bisa banget masuk daftar untuk dicoba.
2. Espresso

ilustrasi espresso (freepik.com/valeria_aksakova) Espresso merupakan dasar dari banyak minuman kopi yang sering ditemui di kedai, mulai dari cappuccino sampai latte. Minuman ini dibuat dengan mengalirkan air panas bertekanan melalui bubuk kopi yang sudah dipadatkan, sehingga menghasilkan sajian kecil dengan rasa yang pekat. Ukurannya memang gak banyak, tapi rasa dan aromanya cukup kuat.
Espresso biasanya disajikan dalam cangkir kecil dan diminum langsung tanpa tambahan susu atau gula. Meski porsinya sedikit, rasa dan aroma dari biji kopi seperti fruity, nutty, sampai chocolatey bisa terasa lebih menonjol. Nah, kalau ingin tahu seperti apa karakter kopi yang sebenarnya dipesan, coba nikmati espresso tanpa campuran dulu, siapa tahu malah ketagihan.
3. Doppio

ilustrasi doppio (pixabay.com/diego_nleite) Pernah merasa satu shot espresso terlalu sedikit untuk menemani aktivitas? Nah, doppio bisa jadi jawabannya karena pada dasarnya minuman ini merupakan dua shot espresso dalam satu sajian. Porsinya lebih banyak sehingga rasa kopinya juga terasa lebih kuat dan cukup untuk kamu yang membutuhkan dorongan kafein ekstra.
Meski pakai dua shot, rasa doppio tetap bisa berbeda-beda tergantung biji kopi dan cara barista mengekstraknya. Rasanya cenderung lebih bold dengan aroma yang kuat dan aftertaste yang terasa lebih lama dibandingkan espresso biasa. Nah, kalau kamu suka kopi tanpa tambahan susu dan ingin rasa yang lebih nendang, doppio bisa banget masuk daftar untuk dicoba.
4. Lungo

ilustrasi lungo (freepik.com/freepik) Kalau espresso terasa terlalu pekat untuk selera, lungo menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Lungo dibuat dengan mengalirkan air lebih banyak melalui bubuk kopi sehingga waktu ekstraksinya juga lebih panjang dibandingkan espresso biasa. Hasilnya punya volume lebih besar dengan rasa yang cenderung lebih ringan dan panjang saat diminum.
Tapi, lungo jangan sampai disamakan dengan americano, ya. Pada lungo, air dialirkan lebih banyak langsung saat proses ekstraksi, sementara americano dibuat dengan menambahkan air setelah espresso selesai diekstraksi. Nah, meski sama-sama punya volume lebih banyak, cara membuatnya berbeda sehingga rasa yang dihasilkan juga gak sama.
5. Macchiato
ilustrasi macchiato (commons.wikimedia.org/Takeaway) Kalau pengin espresso yang rasanya tetap nendang tapi ada sedikit rasa creamy, macchiato bisa jadi pilihan, nih. Espresso ini biasanya diberi sedikit susu atau busa susu di atasnya, jadi jumlah susunya gak sebanyak latte. Alhasil, rasa kopinya tetap jadi bintang utama, sementara susu cuma memberi sentuhan lembut di setiap tegukan.
Nama macchiato sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti “bernoda” atau “ditandai”, merujuk pada espresso yang diberi sedikit tambahan susu. Karena susunya gak dominan, minuman ini cocok buat yang belum ingin beralih sepenuhnya ke kopi susu. Nah, kalau biasanya pesan latte tapi ingin mencoba rasa kopi yang lebih kuat, macchiato bisa jadi jalan tengah.
Setiap jenis espresso punya karakter yang berbeda, mulai dari ristretto yang pekat hingga lungo yang lebih ringan dan panjang saat diminum. Mengenal perbedaannya bisa bikin kamu lebih gampang memilih kopi sesuai selera saat mampir ke kedai. Nah, kalau sudah tahu karakter masing-masing, kira-kira espresso mana yang paling ingin kamu coba?










![[QUIZ] Jangan Ngaku Pencinta Salad kalau Gak Tahu Nama-nama Selada Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250417/cover-fdc0b6bfca720a4f9390826003172e4a.jpg)


![[QUIZ] Dari Rasa Favoritmu, Ini Menu Makan Siang untukmu Hari Ini](https://image.idntimes.com/post/20250517/pexels-karolina-grabowska-8547630-56cfd71ead674e5e7668a846e331f914-3dee27b4691cbb1fee04aca70440c6e3.jpg)
![[QUIZ] Dari Isi Bekalmu, Kami Tahu Sifat Asli Kamu!](https://image.idntimes.com/post/20250826/pexels-yankrukov-8617547_eef89467-0aa4-4397-a29a-58bdc8c0f1ba.jpg)


![[QUIZ] Ibarat Varian Milk Tea, Kamu Cocoknya Jadi Ini](https://image.idntimes.com/post/20250716/upload_b9a9cde27e61c380db286a3c14188020_4a16e27e-92ab-4b5b-8380-b3e3783ca9e3.jpg)


