5 Jenis Susu yang Cocok untuk Cappuccino, Pencinta Kopi Wajib Tahu!

Cappuccino dikenal dengan perpaduan kopi, susu, dan foam yang seimbang, sehingga pemilihan susu memegang peran penting dalam cita rasanya. Sebab, tidak semua jenis susu memiliki karakteristik yang menghasilkan tekstur busa yang halus serta rasa gurih yang seimbang ketika dikombinasikan dengan espresso.
Ada susu yang lebih mudah berbusa, ada pula yang memberi rasa ringan tanpa menghilangkan pahit kopi. Dengan memilih susu yang tepat, cappuccino bisa terasa lebih halus, seimbang, dan nikmat di setiap tegukan. Yuk, simak lima jenis susu yang cocok untuk cappuccino berikut ini dan temukan favoritmu!
1. Susu full cream

Susu full cream menjadi pilihan paling umum untuk cappuccino karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi. Lemak inilah yang membantu menghasilkan foam yang lebih lembut dan stabil saat dipanaskan. Selain itu, rasa creamy dari susu full cream mampu menyeimbangkan pahit espresso tanpa membuatnya terasa terlalu berat. Teksturnya yang padat dan berisi membuat setiap sesapan cappuccino terasa kian mulus di lidah.
Susu ini relatif mudah dibuihkan, bahkan untuk pemula yang baru belajar membuat kopi di rumah. Tak heran jika susu full cream sering digunakan di kafe maupun oleh barista profesional.
2. Susu low fat

Bagi penikmat kopi yang menginginkan sensasi cappuccino yang tidak terlalu berat, susu rendah lemak atau low fat merupakan pilihan yang ideal. Kandungan lemaknya lebih rendah dibanding full cream, sehingga rasa kopi cenderung lebih dominan. Meski begitu, susu low fat masih bisa menghasilkan foam yang cukup baik jika dipanaskan dengan teknik yang tepat. Busa yang dihasilkan cenderung lebih tipis dan tidak bertahan lama seperti pada susu full cream. Cappuccino pun terasa lebih ringan dengan rasa susu yang tidak terlalu dominan.
Pilihan ini cocok untuk kamu yang ingin karakter espresso terasa lebih kuat.
3. Susu oat

Susu oat adalah pengganti susu sapi favorit banyak orang saat membuat cappuccino. Teksturnya cukup creamy dan rasanya netral, sehingga mudah menyatu dengan espresso. Banyak produk oat milk khusus barista yang dirancang agar mudah berbusa.
Foam yang dihasilkan cenderung lembut dan stabil, mirip dengan susu sapi. Selain itu, rasa manis alaminya membuat cappuccino terasa lebih seimbang tanpa tambahan gula. Susu ini cocok untuk yang intoleransi laktosa atau ingin pilihan lebih ramah lingkungan.
4. Susu almond

Perpaduan antara susu almond dan espresso menciptakan harmoni rasa kacang yang khas dan berbeda dari jenis susu lainnya. Dibandingkan susu sapi, susu almond cenderung lebih encer sehingga menghasilkan cappuccino dengan sensasi yang lebih ringan. Namun, tidak semua produk susu almond mampu menghasilkan foam yang baik.
Untuk hasil terbaik, disarankan menggunakan susu almond yang diformulasikan khusus untuk kopi. Foam yang dihasilkan biasanya lebih tipis dan cepat turun. Meski begitu, aroma kacangnya memberi dimensi rasa yang berbeda pada cappuccino. Susu almond cocok untuk pencinta kopi yang ingin eksplorasi rasa non-dairy yang tetap nikmat.
5. Susu skim

Susu skim memiliki kadar lipid yang sangat minimal, bahkan mencapai angka yang hampir mendekati nol persen. Menariknya, susu skim justru bisa menghasilkan foam yang cukup banyak karena kandungan proteinnya tinggi. Foam dari susu skim cenderung lebih kering dan ringan dibanding susu berlemak.
Rasa cappuccino pun terasa lebih pahit dan tajam karena minim rasa creamy. Susu ini cocok untuk kamu yang menghindari lemak tapi tetap ingin sensasi cappuccino berbuih. Namun, perlu teknik yang tepat agar teksturnya tidak terlalu encer.
Memilih jenis susu yang tepat bisa membuat cappuccino terasa jauh lebih seimbang dan nikmat. Setiap susu punya karakter berbeda yang bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhanmu. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen dan temukan kombinasi cappuccino favoritmu sendiri di rumah.


















