Kenapa Pesan Cappuccino Siang Hari di Italia Malah Dianggap Aneh?

Pernahkah kamu membayangkan sedang duduk santai di sebuah kafe cantik di Roma atau Milan, lalu memesan secangkir cappuccino hangat di sore hari? Kedengarannya nikmat, ya. Tapi, tahu gak kalau di Italia, memesan cappuccino setelah jam 11 siang bisa bikin kamu jadi pusat perhatian, lho. Bukan karena kamu seorang bintang film, tapi karena penduduk lokal menganggap hal itu sebagai sesuatu yang, katakanlah, tidak biasa.
Kejadian ini sering dialami oleh para turis yang berkunjung ke Italia. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa ada "aturan tak tertulis" dalam budaya minum kopi di sana. Tradisi ini begitu melekat di kehidupan masyarakat Italia, dari generasi ke generasi, sehingga memesan kopi susu di waktu yang "salah" bisa mengundang tatapan heran dari barista atau pengunjung lain. Tenang saja, kamu tidak akan dihukum, kok. Paling hanya dapat sedikit senyuman geli.
1. Aturan ini muncul karena orang Italia sangat peduli pencernaan

Alasan utama di balik aturan "jam cappuccino" ini ternyata sangat sederhana: pencernaan. Bagi orang Italia, kesehatan pencernaan adalah segalanya. Mereka percaya bahwa mengonsumsi susu dalam jumlah banyak setelah makan besar—seperti makan siang atau makan malam—dapat mengganggu sistem pencernaan dan membuat perut terasa berat atau kembung. Keyakinan ini begitu kuat sehingga menjadi bagian dari gaya hidup mereka sehari-hari.
Cappuccino, yang notabene mengandung banyak susu steamed dan busa susu (foam) dianggap sebagai minuman "berat". Karena itu, minuman ini lebih cocok dikonsumsi pada pagi hari sebagai bagian dari sarapan. Sarapan khas Italia biasanya ringan, hanya terdiri dari kue manis seperti cornetto (mirip croissant) dan secangkir cappuccino. Kombinasi ini dianggap pas untuk memulai hari tanpa membebani perut.
2. Cappuccino dianggap sebagai pengganti sarapan itu sendiri

Di Italia, secangkir cappuccino lebih dari sekadar minuman. Cappuccino adalah sebuah "mini-meal" atau makanan kecil. Kandungan susu yang kaya kalori dan protein membuatnya cukup mengenyangkan. Inilah mengapa cappuccino menjadi pilihan utama untuk sarapan. Minuman ini memberikan energi yang cukup untuk beraktivitas hingga waktu makan siang tiba, di mana mereka biasanya menyantap makanan yang lebih berat dan lengkap.
Setelah melewati jam sarapan, preferensi kopi orang Italia pun berubah. Mereka akan beralih ke jenis kopi yang lebih ringan dan tidak mengandung banyak susu, seperti espresso atau caffè macchiato. Espresso, dengan porsinya yang kecil namun pekat, dianggap sebagai penutup makan siang atau makan malam yang sempurna untuk membantu proses pencernaan. Sementara itu, caffè macchiato—espresso dengan sedikit busa susu—menjadi alternatif bagi mereka yang ingin sedikit sentuhan susu tanpa merasa "bersalah".
3. Tradisi minum kopi sudah mengakar sejak lama

Budaya kopi di Italia memiliki sejarah panjang dan penuh tradisi. Kata "cappuccino" sendiri konon terinspirasi dari warna jubah para biarawan Capuchin pada abad ke-16. Seiring waktu, kebiasaan minum kopi tertentu terbentuk dan diwariskan turun-temurun. Aturan tidak minum cappuccino di siang hari adalah salah satunya, sebuah norma sosial yang dipatuhi oleh sebagian besar masyarakat, terutama generasi yang lebih tua.
Meskipun begitu, bukan berarti kamu akan diusir dari kafe jika nekat memesan cappuccino jam 2 siang. Di kota-kota besar yang ramai turis, para barista sudah terbiasa dengan permintaan aneh ini dan akan tetap melayanimu dengan senang hati. Bahkan, beberapa anak muda Italia sendiri terkadang melanggar aturan ini. Namun, jika kamu ingin merasakan pengalaman otentik dan menyatu dengan budaya lokal, cobalah untuk mengikuti kebiasaan mereka.
Sebagai kesimpulan, aturan tak tertulis tentang waktu minum cappuccino di Italia bukanlah hukum yang kaku, melainkan cerminan dari budaya mereka yang sangat menghargai tradisi dan kesehatan pencernaan. Jadi, saat berlibur ke sana nanti, cobalah memesan espresso setelah makan siang, dan nikmati cappuccinomu sebagai teman sarapan yang sempurna.


















