Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kuliner Mala Terpedas Khas Chongqing yang Bikin Lidah Kebas, Tertarik Coba?
ilustrasi spicy mala (pexels.com/ Markus Winkler)

Kalau berbicara tentang makanan pedas di China, nama Chongqing hampir selalu berada di urutan teratas. Kota ini terkenal dengan cita rasa mala, perpaduan cabai merah dan lada Sichuan yang menciptakan sensasi pedas sekaligus kebas di lidah. Bagi warga setempat, makanan tanpa rasa mala bahkan terasa kurang lengkap.

Uniknya, kuliner mala di Chongqing bukan cuma soal tingkat kepedasan yang ekstrem. Setiap hidangan punya karakter dan cara penyajian yang berbeda. Ada yang disajikan dalam kuah mendidih, ada pula yang ditumis dengan tumpukan cabai kering. Kalau kamu mengaku pencinta makanan pedas, lima kuliner khas Chongqing berikut ini wajib masuk daftar buruan.

1. Chongqing hot pot

ilustrasi Chongqing hot pot (commons.wikimedia.org/ Hawyih)

Kalau ada satu makanan yang paling identik dengan Chongqing, jawabannya tentu saja hot pot. Panci besar berisi kuah merah menyala ini dipenuhi cabai kering, lada Sichuan, dan aneka rempah yang aromanya langsung membuat perut lapar.

Sensasi makan hot pot di Chongqing juga berbeda karena kamu bisa merebus sendiri berbagai bahan, mulai dari irisan daging, jamur, tahu, hingga sayuran. Semakin lama bahan berada di dalam kuah, rasa pedasnya semakin meresap dan membuat lidah perlahan mati rasa.

2. Chongqing xiao mian

ilustrasi Chongqing xiao mian (commons.wikimedia.org/ TANEGH Guowei MEUASAI FONG)

Sekilas, semangkuk Chongqing xiao mian terlihat seperti mi biasa. Namun, begitu suapan pertama masuk ke mulut, kamu akan langsung merasakan ledakan rasa pedas, gurih, dan aroma khas lada Sichuan.

Mi ini biasanya disantap sebagai menu sarapan oleh masyarakat lokal. Rahasia kelezatannya justru terletak pada bumbu sederhana yang terdiri dari minyak cabai, lada Sichuan, bawang putih, dan sedikit cuka. Meski terlihat sederhana, rasanya bisa membuat kamu berkeringat sejak suapan pertama.

3. Shui zhu yu

ilustrasi shui zhu yu (commons.wikimedia.org/ N509FZ)

Buat pencinta seafood, shui zhu yu wajib dicoba. Hidangan ini berupa potongan ikan segar yang direbus bersama sayuran, lalu disiram minyak panas yang dicampur cabai dan lada Sichuan dalam jumlah melimpah.

Aroma rempahnya langsung menyeruak begitu makanan tiba di meja. Daging ikannya tetap lembut, tetapi kuahnya punya rasa pedas yang tajam dan meninggalkan sensasi kebas cukup lama setelah makan.

4. Chuan chuan xiang

ilustrasi chuan chuan xiang (istockphoto.com/ Robert Way)

Di berbagai sudut Chongqing, kamu akan mudah menemukan chuan chuan xiang. Hidangan ini terdiri dari aneka bahan yang ditusuk menggunakan tusukan bambu, lalu direbus dalam kuah mala yang sangat pedas.

Serunya, kamu bisa memilih sendiri bahan yang ingin disantap, mulai dari bakso, sayuran, tahu, hingga daging. Karena porsinya kecil-kecil, banyak orang tidak sadar sudah menghabiskan puluhan tusuk dalam sekali makan.

5. La zi ji

ilustrasi la zi ji (commons.wikimedia.org/ Fumikas Sagisavas)

Kalau melihat sepiring la zi ji, mungkin kamu akan bingung mencari potongan ayamnya. Pasalnya, hidangan ini dipenuhi tumpukan cabai kering merah yang jumlahnya bahkan lebih banyak daripada daging ayam itu sendiri.

Potongan ayam digoreng hingga renyah lalu ditumis bersama cabai dan lada Sichuan. Rasanya pedas, gurih, dan sedikit beraroma smoky. Masyarakat Chongqing sering bercanda bahwa tantangan terbesar saat makan la zi ji adalah menemukan ayam di antara lautan cabai.

Kuliner khas Chongqing memang dibuat untuk para pencinta sensasi pedas yang berani mencoba sesuatu yang berbeda. Perpaduan cabai dan lada Sichuan menghadirkan rasa unik yang bukan hanya membakar mulut, tetapi juga memberikan sensasi kebas yang bikin ketagihan.

Mulai dari Chongqing hot pot, xiao mian, shui zhu yu, chuan chuan xiang, hingga la zi ji, semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang sulit dilupakan. Jadi, kalau suatu hari kamu berkunjung ke Chongqing, pertanyaannya bukan lagi apakah makanannya pedas atau tidak, tetapi seberapa berani kamu menghadapi rasa mala yang legendaris itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article