Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bawang Putih Jadi Biru Setelah Dikupas, Amankah Dikonsumsi?

Bawang Putih Jadi Biru Setelah Dikupas, Amankah Dikonsumsi?
Potret bawang putih (unsplash.com/ji jiali)
Intinya Sih
  • Perubahan warna biru atau hijau pada bawang putih terjadi karena reaksi alami antara senyawa alliin dan enzim alliinase setelah bawang dipotong atau dihancurkan.
  • Lingkungan asam seperti cuka serta kontak dengan logam tertentu dapat mempercepat terbentuknya pigmen berwarna pada bawang putih.
  • Warna biru tidak menandakan bawang rusak; selama tekstur dan aroma normal, bawang tetap aman dikonsumsi meski tampilannya berubah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu menemukan bawang putih yang berubah menjadi biru atau kehijauan setelah dikupas, dicincang, dimasak, atau direndam di dalam cuka? Perubahan warna yang tidak biasa ini seringkali membuat banyak orang terkejut. Tak sedikit pula yang langsung mengira bawang putih tersebut sudah rusak, berjamur, atau bahkan mengandung zat berbahaya.

Wajar jika kondisi ini menimbulkan tanda tanya, terlebih bawang putih merupakan bumbu dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan bawang putih berubah warna? Apakah masih aman untuk dikonsumsi, atau justru sebaiknya dibuang? Tak perlu bingung, simak penjelasannya berikut ini, yuk!

1. Terjadi reaksi alami setelah bawang putih dipotong

Bawang putih mengandung senyawa alami bernama alliin dan enzim alliinase. Saat bawang putih masih utuh, keduanya berada di bagian yang berbeda, sehingga tidak saling bereaksi.

Begitu bawang dipotong, dicincang, atau dihancurkan, kedua komponen tersebut akan bertemu dan membentuk allicin, yakni senyawa yang menghasilkan aroma khas bawang putih. Dalam kondisi tertentu, allicin kemudian dapat bereaksi lebih lanjut dan memunculkan pigmen berwarna biru maupun hijau.

2. Bahan yang bersifat asam bisa memicu perubahan warna

Potret bawang putih
Potret bawang putih (pixabay.com/MaisonBoutarin)

Salah satu penyebab paling umum adalah paparan bahan asam, misalnya cuka atau cairan fermentasi. Lingkungan yang asam mempercepat terbentuknya pigmen alami hasil reaksi senyawa di dalam bawang putih. Itulah sebabnya bawang putih yang digunakan untuk acar atau proses fermentasi lebih sering berubah menjadi biru atau hijau dibandingkan bawang putih yang langsung dimasak.

3. Peralatan masak tertentu juga dapat memengaruhi

Perubahan warna tidak selalu disebabkan makanan atau bumbu. Kontak dengan beberapa jenis logam juga dapat memicu reaksi serupa. Beberapa logam yang diketahui dapat memengaruhi warna bawang putih antara lain:

  • tembaga,
  • aluminium,
  • besi, dan
  • timah.

4. Warna biru bukan berarti bawang putih sudah rusak

Potret bawang putih
Potret bawang putih (vecteezy.com/Seksan Wangjaisuk)

Banyak orang langsung membuang bawang putih yang berubah warna karena menganggapnya basi. Padahal, warna biru atau hijau bukanlah indikator bahwa bawang putih telah mengalami pembusukan.

Selama teksturnya masih padat, tidak berlendir, tidak berjamur, dan aromanya tetap normal, bawang putih tersebut masih layak digunakan untuk memasak. Reaksi kimia yang terjadi hanya mengubah tampilan warnanya, bukan membuatnya beracun atau menghilangkan manfaat gizinya secara signifikan.

Menariknya, di beberapa negara seperti China, bawang putih justru sengaja difermentasi hingga berubah menjadi hijau sebagai bagian dari tradisi kuliner. Selain tampilannya yang unik, bawang putih fermentasi juga memiliki cita rasa yang lebih lembut dengan sedikit sentuhan asam.

Kesimpulannya, jika suatu saat menemukan bawang putih berubah menjadi biru setelah dikupas atau dimasak, kamu tidak perlu panik. Selama kondisinya masih segar dan tidak menunjukkan tanda-tanda rusak, bawang tersebut tetap aman dikonsumsi dan perubahan warnanya hanyalah hasil dari proses kimia alami.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu

Related Articles

See More