Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Nutrisi Penting yang Tidak Boleh Terlewat saat Bulan Puasa

5 Nutrisi Penting yang Tidak Boleh Terlewat saat Bulan Puasa
Ilustrasi memasak telur (unsplash.com/Sincerely Media)
Intinya Sih
  • Selama bulan puasa, tubuh perlu beradaptasi dengan waktu makan terbatas sehingga perencanaan menu seimbang penting untuk menjaga energi dan mencegah dehidrasi.

  • Lima nutrisi utama yang wajib dipenuhi adalah protein, karbohidrat kompleks, serat, cairan dan elektrolit, serta lemak sehat agar fungsi tubuh tetap optimal sepanjang hari.

  • Kombinasi asupan bergizi dari sahur hingga berbuka membantu menjaga metabolisme stabil, mendukung daya tahan tubuh, dan memastikan ibadah puasa berjalan lancar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perubahan pola makan selama bulan puasa membuat tubuh harus beradaptasi dengan jadwal asupan yang lebih singkat. Dalam rentang waktu terbatas antara berbuka hingga sahur, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi agar tubuh dapat berfungsi optimal sepanjang hari. Jika asupan tidak seimbang, tubuh akan lebih cepat lelah, sulit fokus, hingga rentan mengalami dehidrasi.

Bukan hanya soal kenyang, tetapi kita juga perlu memastikan zat gizi tetap tercukupi dalam jumlah dan komposisi yang seimbang. Perencanaan menu yang tepat membantu tubuh mendapatkan energi stabil, menjaga metabolisme tetap optimal, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan selama menjalani puasa. Berikut lima nutrisi yang tidak boleh terlewat selama bulan puasa.

1. Protein untuk menjaga massa otot dan rasa kenyang lebih lama

ilustrasi telur rebus
ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Mustafa Bashari)

Protein berperan penting dalam menjaga massa otot serta membantu tubuh tetap kenyang lebih lama saat berpuasa. Nutrisi ini dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sehingga membantu menekan rasa lapar berlebihan di siang hari. Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga kestabilan gula darah agar energi tidak turun secara drastis sebelum waktu berbuka tiba.

Sumber protein yang baik antara lain telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe, serta kacang-kacangan yang mudah diolah untuk sahur praktis. Protein juga mendukung proses perbaikan sel dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal selama perubahan pola makan. Mengombinasikan protein dengan sayuran dan karbohidrat akan membuat menu sahur lebih seimbang dan bernutrisi.

2. Karbohidrat kompleks sebagai sumber energi stabil

ilustrasi roti gandum
ilustrasi roti gandum (pexels.com/Magda Ehlers)

Karbohidrat tetap menjadi sumber energi utama tubuh, terutama saat menjalani puasa seharian penuh. Namun, memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, dan ubi membantu energi dilepaskan secara bertahap. Proses pencernaan yang lebih lambat membuat kadar gula darah lebih stabil dan mencegah rasa lemas mendadak.

Karbohidrat kompleks juga mengandung serat tambahan yang mendukung rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana. Mengonsumsi jenis ini saat sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi cukup hingga waktu berbuka. Padukan dengan protein dan lemak sehat agar pelepasan energi semakin stabil dan tidak cepat habis.

3. Serat untuk menjaga pencernaan tetap lancar

ilustrasi salad sayuran
ilustrasi salad sayuran (unsplash.com/Louis Hansel)

Perubahan jadwal makan selama puasa sering memengaruhi sistem pencernaan dan pola buang air besar. Serat membantu menjaga pergerakan usus tetap teratur serta mencegah sembelit yang kerap terjadi saat asupan cairan berkurang. Buah, sayuran hijau, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan merupakan sumber serat yang baik untuk dikonsumsi.

Selain mendukung pencernaan, serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga energi lebih stabil sepanjang hari. Asupan serat yang cukup juga memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa membuat perut terasa berat. Pastikan konsumsi serat diimbangi dengan cairan yang cukup agar manfaatnya optimal dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan.

4. Cairan dan elektrolit untuk mencegah dehidrasi

ilustrasi meminum air putih
ilustrasi meminum air putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam sehingga risiko dehidrasi meningkat. Air putih menjadi pilihan utama untuk menjaga keseimbangan cairan dan membantu fungsi organ tetap berjalan normal. Elektrolit seperti natrium dan kalium juga penting untuk menjaga fungsi otot dan sistem saraf tetap stabil.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, minumlah air secara bertahap sejak berbuka hingga sahur agar penyerapannya lebih efektif. Konsumsi buah kaya air seperti semangka, jeruk, atau melon juga membantu menjaga hidrasi alami tubuh. Menghindari minuman terlalu manis atau berkafein berlebihan dapat mencegah tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

5. Lemak sehat untuk mendukung energi dan penyerapan vitamin

ilustrasi kacang-kacangan
ilustrasi kacang-kacangan (pexels.com/Marta Branco)

Lemak sehat tetap dibutuhkan tubuh selama puasa untuk mendukung fungsi sel dan produksi energi. Lemak tak jenuh dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun membantu menyediakan energi yang dilepaskan lebih perlahan. Jenis lemak ini juga berperan dalam membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K secara optimal.

Mengonsumsi lemak sehat dalam jumlah wajar saat sahur dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama hingga siang hari. Selain itu, lemak sehat mendukung kesehatan jantung dan membantu mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh. Hindari lemak jenuh berlebihan dari makanan gorengan agar tubuh tetap terasa ringan dan tidak mudah lelah.

Memastikan kelima nutrisi ini terpenuhi membantu tubuh kita tetap bertenaga sepanjang bulan puasa. Dengan menu yang seimbang, kebutuhan gizi harian tetap tercukupi meski waktu makan terbatas. Pola makan yang tepat membuat ibadah puasa berjalan lancar sekaligus menjaga kesehatan secara jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Food

See More