5 Perbedaan Hotpot dan Shabu-Shabu, Mana yang Lebih Kamu Suka?

Hotpot dan shabu-shabu sama-sama jadi pilihan favorit saat ingin makan hangat dan seru bareng teman atau keluarga. Sekilas, keduanya terlihat mirip karena sama-sama menyajikan bahan mentah yang dimasak langsung di kuah panas. Tapi kalau diperhatikan lebih detail, hotpot dan shabu-shabu punya banyak perbedaan yang bikin pengalaman makannya terasa unik.
Baik dari segi kuah, isian, maupun cara menikmati, hotpot dan shabu-shabu punya keunikan masing-masing. Tak heran kalau banyak orang punya preferensi pribadi terhadap salah satunya. Nah, biar gak binggung lagi, simak lima perbedaan hotpot dan shabu-shabu berikut ini dan tentukan mana yang paling kamu suka!
1. Asal dan konsep hidangan

Hotpot berasal dari Tiongkok dan sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai hidangan komunal yang disantap ramai-ramai. Konsepnya adalah berbagi satu panci besar berisi kuah panas yang terus dimasak di tengah meja. Sementara itu, shabu-shabu berasal dari Jepang dan diperkenalkan sebagai versi yang lebih simpel dan fokus pada kesegaran bahan.
Istilah shabu-shabu terinspirasi dari bunyi daging saat dicelupkan ke dalam kuah panas. Pengalaman makannya pun lebih fokus pada mencelup dan menikmati bahan satu per satu secara perlahan. Dari segi suasana, hotpot terasa lebih ramai dan meriah, sedangkan shabu-shabu identik dengan vibe yang lebih tenang dan refined.
2. Jenis kuah yang digunakan

Salah satu daya tarik hotpot adalah pilihan kuah yang sangat variatif, mulai dari kaldu bening yang ringan sampai kuah mala yang pedas dan kaya rempah. Menariknya, satu panci hotpot bisa dibagi menjadi dua atau tiga bagian dengan karakter kuah yang berbeda. Karena kuahnya sudah kaya bumbu, setiap bahan yang dimasak langsung menyerap rasa yang intens dan kompleks.
Berbeda dengan itu, shabu-shabu biasanya menggunakan kuah kombu yang ringan dan tidak terlalu berbumbu. Kuah shabu-shabu lebih berfungsi sebagai media memasak, bukan sumber rasa utama. Rasa shabu-shabu justru lebih banyak berasal dari saus celup yang digunakan.
3. Bumbu dan saus pendamping

Pada hotpot, kuahnya sudah kaya rasa sehingga saus tambahan hanya berperan sebagai pelengkap. Beberapa orang tetap menyiapkan saus khusus, tetapi tidak selalu menjadi fokus utama. Sebaliknya, shabu-shabu sangat mengandalkan saus seperti ponzu dan goma sebagai kunci cita rasa.
Tanpa saus celup, shabu-shabu cenderung terasa ringan dan kurang berlapis rasa. Itulah sebabnya saus celup menjadi elemen penting untuk mengangkat rasa daging dan sayuran. Hasilnya, shabu-shabu menawarkan sensasi makan yang clean, ringan, tapi tetap elegan.
4. Pilihan bahan Isian

Hotpot biasanya menawarkan pilihan isian yang sangat beragam, mulai dari daging sapi, ayam, seafood, hingga bakso dan sayuran. Bahkan, beberapa restoran hotpot menyediakan isian unik seperti jeroan, dumpling khas, dan berbagai jenis mie. Pilihan isian yang berlimpah ini menjadikan pengalaman makan hotpot bak sebuah perjamuan kuliner di atas satu meja.
Sementara itu, shabu-shabu lebih fokus pada irisan daging tipis berkualitas tinggi sebagai bintang utama. Sayuran, tahu, dan jamur tetap ada, tetapi porsinya lebih sebagai pendamping. Konsep ini membuat shabu-shabu terasa lebih premium dan terkurasi.
5. Cara menikmati dan suasana makan

Hotpot identik dengan suasana makan yang ramai dan santai, cocok untuk nongkrong lama bersama teman atau keluarga. Proses memasak dilakukan bersama-sama, sehingga tercipta interaksi sosial yang kuat. Shabu-shabu memiliki ritual makan yang lebih terstruktur, dengan teknik mencelup daging beberapa detik lalu langsung disantap.
Cara ini menjamin tekstur daging tetap lembut dan juicy banget di mulut. Suasana shabu-shabu biasanya lebih tenang dan fokus pada pengalaman rasa. Meski sama-sama sosial, hotpot terasa lebih eksploratif, sedangkan shabu-shabu terasa lebih refined dan mindful.
Hotpot dan shabu-shabu memang sama-sama seru, tapi masing-masing punya karakter dan pengalaman makan yang berbeda. Jadi, pilihan terbaik sebenarnya kembali ke selera dan suasana yang kamu inginkan saat makan. Nah, kamu tim hotpot atau shabu-shabu?


















