Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Cara Bersihkan Babat Sapi agar Putih Bersih dan Tidak Bau

8 Cara Bersihkan Babat Sapi agar Putih Bersih dan Tidak Bau
ilustrasi babat sapi (pexels.com/Gibson Chan)
Share Article

Babat sapi bisa menjadi bahan masakan yang lezat jika diolah dengan benar. Teksturnya kenyal dan cita rasanya khas sehingga sering digunakan dalam hidangan rumahan maupun masakan tradisional. Sayangnya, proses membersihkan babat sering membuat banyak orang merasa ragu untuk mengolahnya sendiri.

Bagian yang paling penting adalah membersihkan lapisan kotoran, lendir, dan bau yang masih menempel. Jika tidak dibersihkan dengan benar, babat bisa membuat masakan kurang sedap. Yuk, pahami cara membersihkannya agar babat lebih bersih, tidak bau, dan nyaman disantap.

1. Bilas babat di air mengalir

ilustrasi babat sapi
ilustrasi babat sapi (pexels.com/Paolo Botio)

Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah mencuci babat di bawah air mengalir. Saat mencucinya, buka bagian lipatan babat satu per satu agar kotoran yang tersembunyi bisa ikut terbawa air. Cara ini membantu menghilangkan kotoran kasar sebelum babat dibersihkan lebih lanjut.

Jangan hanya fokus pada bagian luar babat karena sisa kotoran sering menempel di sela-sela lipatannya. Kamu bisa menggunakan tangan untuk mengecek bagian yang masih kotor sambil terus membilasnya. Jika tahap awal ini dilakukan dengan teliti, proses membersihkan babat berikutnya akan terasa jauh lebih mudah.

2. Rebus sebentar jika lapisan hitam sulit dibersihkan

ilustrasi babat sapi
ilustrasi babat sapi (pixabay.com/yukuaikuai)

Kadang, babat memiliki lapisan hitam yang cukup tebal dan menempel kuat di bagian permukaannya. Untuk memudahkan proses pembersihan, rebus babat dalam air mendidih selama sekitar 5–10 menit. Panas dari air rebusan akan membantu melembutkan lapisan tersebut agar tidak terlalu sulit dikerok.

Perlu diingat, proses ini hanya untuk membantu tahap pembersihan, bukan untuk memasak babat sampai matang. Setelah direbus, diamkan sebentar sampai tidak terlalu panas sebelum mulai dikerok. Selain membuat teksturnya lebih mudah dibersihkan, perebusan singkat juga bisa membantu mengurangi aroma jeroan.

3. Rendam dengan baking soda atau air kapur sirih

ilustrasi baking soda
ilustrasi baking soda (vecteezy.com/Towfiqu ahamed barbhuiya)

Setelah kotoran kasarnya dibersihkan, babat bisa direndam dengan larutan baking soda atau air kapur sirih. Rendam selama 15–30 menit agar sisa kotoran yang masih menempel lebih mudah terangkat. Proses ini juga membantu membuat warna gelap pada permukaan babat lebih gampang dibersihkan.

Usahakan seluruh bagian babat benar-benar terendam agar hasilnya lebih merata. Setelah direndam, bilas babat beberapa kali dengan air bersih sampai benar-benar bersih. Langkah ini akan membuat proses pengikisan jadi lebih mudah dilakukan.

4. Kerok sampai permukaannya lebih putih

ilustrasi babat sapi
ilustrasi babat sapi (commons.wikimedia.org/Assianir)

Lapisan hitam yang masih tersisa pada babat bisa dikerok perlahan menggunakan sendok atau pisau tumpul. Lakukan proses ini dengan hati-hati agar permukaan babat tidak sobek atau terkikis terlalu banyak. Kerok sedikit demi sedikit sampai warna babat terlihat lebih bersih dan cerah.

Saat mengerok, bilas babat sesekali dengan air mengalir agar bagian yang masih kotor lebih mudah terlihat. Cara ini membantu proses pembersihan menjadi lebih rapi dan merata. Jika dilakukan dengan teliti, babat akan tampak lebih putih dari sebelumnya.

5. Gosok dengan tepung terigu

ilustrasi tepung terigu
ilustrasi tepung terigu (freepik.com/freepik)

Selain untuk membuat adonan, tepung terigu juga bisa dipakai untuk membersihkan babat. Caranya, balurkan tepung ke seluruh bagian babat, lalu remas-remas sampai lendir yang menempel mulai lepas. Tepung akan membantu mengangkat kotoran kecil yang masih menempel di permukaannya.

Jika sudah selesai, bilas babat di bawah air mengalir sampai benar-benar bersih. Bila masih ada bagian yang terasa licin, langkah ini bisa diulang sesuai kebutuhan. Setelah itu, babat biasanya terasa lebih kesat dan tidak terlalu berlendir.

6. Lumuri dengan garam dan jeruk nipis

ilustrasi jeruk nipis
ilustrasi jeruk nipis (unsplash.com/Snappr)

Aroma babat yang cukup kuat bisa dikurangi dengan bantuan garam kasar dan air jeruk nipis. Balurkan campuran ini ke seluruh bagian babat, lalu gosok secara perlahan. Dengan cara ini, sisa bau dan kotoran di permukaan babat bisa ikut berkurang.

Jika tidak ada jeruk nipis, kamu juga bisa memakai sedikit cuka sebagai alternatif. Biarkan beberapa menit agar campurannya bekerja lebih maksimal. Setelah dibilas bersih, babat akan terasa lebih segar dan siap masuk ke proses perebusan.

7. Rebus pertama, lalu buang airnya

ilustrasi babat sapi
ilustrasi babat sapi (commons.wikimedia.org/Warburg)

Tahap selanjutnya adalah merebus babat dengan air bersih selama sekitar 15 menit. Rebusan pertama ini membantu mengeluarkan sisa kotoran halus, lemak, dan bau yang masih tertinggal. Biasanya, akan muncul busa atau kotoran yang mengapung di permukaan air.

Setelah selesai direbus, buang air rebusan pertama tersebut. Air ini sebaiknya tidak dipakai untuk memasak karena masih mengandung kotoran dan aroma yang kurang sedap. Dengan memakai air baru, babat akan terasa lebih bersih dan segar saat diolah.

8. Rebus lagi dengan rempah sampai empuk

ilustrasi babat sapi
ilustrasi babat sapi (commons.wikimedia.org/Charles Haynes)

Setelah air rebusan pertama dibuang, rebus kembali babat dengan air yang baru. Tambahkan jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk agar aromanya lebih segar. Rempah-rempah ini juga membantu mengurangi bau jeroan yang masih tersisa.

Gunakan api sedang dan rebus babat sampai teksturnya benar-benar empuk. Lama perebusannya tidak selalu sama karena setiap babat bisa memiliki ketebalan dan kondisi yang berbeda. Jika sudah matang, babat siap dimasak kembali dengan bumbu sesuai selera.

Membersihkan babat sapi memang perlu dilakukan bertahap agar hasilnya putih bersih dan tidak berbau menyengat. Yuk, terapkan tips di atas agar olahan babat buatanmu terasa lebih higienis, sedap, dan menggugah selera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

4 Tips Menyimpan Saffron di Rumah agar Tetap Awet dan Berkualitas

28 Mei 2026, 21:12 WIBFood