Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Beda Beras Merah Organik dan Non Organik? Ini 4 Perbedaannya!

4 min read
Apa Beda Beras Merah Organik dan Non Organik? Ini 4 Perbedaannya!
ilustrasi beras merah (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Beras merah organik dibudidayakan dengan pupuk alami dan pembatasan bahan sintetis sesuai sertifikasi, sedangkan nonorganik umumnya memakai pupuk sintetis serta pestisida mengikuti aturan keamanan pangan.
  • Kandungan gizi keduanya relatif mirip, meliputi karbohidrat, serat, vitamin B, magnesium, dan mangan; varietas padi, tanah, kematangan, serta pengolahan turut memengaruhi nilai gizinya.
  • Beras organik biasanya lebih mahal akibat pengelolaan dan sertifikasi khusus; warna, aroma, tekstur, serta hasil masak lebih dipengaruhi jenis padi dan pengolahan daripada status organik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Beras merah dikenal sebagai salah satu pilihan makanan pokok yang sering dikonsumsi orang yang ingin menerapkan pola makan sehat. Selain warnanya yang khas, beras ini juga mengandung serat dan sejumlah zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, saat berbelanja, kamu mungkin menemukan beras merah organik dan nonorganik dengan harga serta label yang berbeda.

Lantas, apa beda beras merah organik dan non organik? Perbedaan keduanya terletak pada proses budidaya, penggunaan bahan kimia, karakteristik beras, hingga harga jualnya. Supaya kamu gak salah pilih saat berbelanja, yuk, kenali empat perbedaan beras merah organik dan nonorganik berikut ini.

  1. 1. Proses budidaya dan bahan kimia

    ilustrasi kualitas beras merah
    ilustrasi kualitas beras merah (pexels.com/Polina Tankilevitch)

    Perbedaan utama beras merah organik dan nonorganik terletak pada cara petani membudidayakan tanaman padi. Beras merah organik berasal dari padi yang ditanam menggunakan sistem pertanian organik sesuai standar sertifikasi yang berlaku.

    Dalam prosesnya, petani organik mengutamakan pupuk alami, seperti kompos dan pupuk kandang, serta metode pengendalian hama yang sesuai dengan ketentuan pertanian organik. Penggunaan pestisida dan pupuk sintetis dibatasi sesuai standar yang berlaku.

    Sementara itu, beras merah nonorganik umumnya dibudidayakan menggunakan pupuk sintetis dan pestisida untuk membantu memenuhi kebutuhan tanaman serta mengendalikan serangan hama. Meski begitu, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan keamanan pangan.

    Perlu diingat, beras organik tidak otomatis bebas dari seluruh kontaminan, sedangkan beras nonorganik tidak selalu mengandung residu pestisida berbahaya. Kualitas keduanya tetap dipengaruhi oleh proses produksi, penyimpanan, dan pengawasan keamanan pangan.

  2. 2. Kandungan nutrisi dan kesehatan

    ilustrasi sajian beras merah
    ilustrasi sajian beras merah (unsplash.com/Alexandra Tran)

    Dari segi nutrisi, beras merah organik dan nonorganik sebenarnya bisa memiliki kandungan gizi yang relatif mirip. Keduanya sama-sama mengandung karbohidrat, serat, vitamin B, serta mineral, seperti magnesium dan mangan.

    Kandungan tersebut dapat berbeda tergantung varietas padi, kondisi tanah, tingkat kematangan, dan cara pengolahan setelah panen. Jadi, label organik saja tidak cukup untuk memastikan bahwa suatu produk memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi.

    Beras merah juga dikenal memiliki lapisan bekatul yang masih dipertahankan selama proses penggilingan. Bagian ini menyumbang serat dan sejumlah zat gizi yang membuat beras merah menjadi alternatif menarik untuk menu sehari-hari.

    Kalau tujuanmu menjaga kesehatan, perhatikan juga porsi makan, variasi lauk, sayuran, serta pola makan secara keseluruhan. Kamu bisa memilih beras organik jika ingin mendukung praktik pertanian organik, tetapi jangan menganggap beras nonorganik otomatis kurang sehat.

  3. 3. Karakteristik fisik dan saat dimasak

    ilustrasi beras merah matang
    ilustrasi beras merah matang (pexels.com/ERIVELTO Martins)

    Beras merah organik dan nonorganik sama-sama memiliki warna kemerahan hingga cokelat kemerahan karena lapisan bekatulnya. Warna, bentuk bulir, aroma, hingga tekstur beras merah lebih ditentukan oleh jenis padi dan cara pengolahannya, bukan semata-mata karena beras tersebut berasal dari pertanian organik atau nonorganik.

    Saat dimasak, beras merah umumnya menghasilkan nasi yang lebih padat dan bertekstur agak kenyal dibandingkan nasi putih. Waktu memasaknya juga bisa lebih lama, terutama jika beras belum direndam terlebih dahulu.

    Untuk mendapatkan tekstur nasi yang lebih empuk, kamu bisa mencuci beras secukupnya, merendamnya selama beberapa waktu, lalu memasaknya dengan takaran air yang sesuai. Namun, kebutuhan air tetap bergantung pada jenis beras dan alat masak yang digunakan.

    Karena itu, jangan langsung menyimpulkan beras merah organik lebih pulen atau lebih harum daripada beras merah nonorganik. Jika memungkinkan, periksa kondisi butir beras, aroma, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk memasak pada kemasan sebelum membeli.

  4. 4. Harga

    ilustrasi beras merah di piring
    ilustrasi beras merah di piring (pexels.com/makafood)

    Harga menjadi salah satu perbedaan yang cukup mudah ditemukan saat membandingkan beras merah organik dan nonorganik. Beras merah organik umumnya dijual dengan harga lebih tinggi karena proses budidayanya membutuhkan pengelolaan khusus, pengawasan, serta pemenuhan standar sertifikasi organik.

    Selain itu, biaya produksi, distribusi, pengemasan, dan ketersediaan produk juga dapat memengaruhi harga jual. Sementara itu, beras merah nonorganik biasanya memiliki pilihan harga yang lebih beragam sesuai merek, kualitas, dan daerah penjualannya.

    Harga yang lebih tinggi bukan berarti beras tersebut memiliki kandungan nutrisi yang lebih unggul. Kamu bisa membandingkan harga per kilogram, informasi produsen, label sertifikasi, serta kondisi kemasan agar lebih mudah menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran.

    Kalau penasaran dengan beras merah organik, kamu bisa mulai membeli kemasan kecil terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk stok lebih banyak. Mulailah dari kemasan kecil untuk mengetahui apakah rasa dan teksturnya cocok dengan selera keluarga.

    Beras merah organik dan nonorganik memiliki perbedaan utama pada proses budidaya, penggunaan bahan kimia, harga, serta standar produksi yang diterapkan. Sementara itu, kandungan nutrisi dan karakteristik fisiknya tidak selalu berbeda secara signifikan karena turut dipengaruhi oleh varietas padi dan proses pengolahan.

    Jadi, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan anggaranmu. Jika ingin mendukung pertanian organik, kamu bisa memilih produk bersertifikat yang jelas. Namun, jika lebih mempertimbangkan harga, beras merah nonorganik juga bisa menjadi pilihan selama kualitas dan keamanan pangannya terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More