Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Fusion Food? Ini Pengertian dan Contohnya
ilustrasi fusion food (unsplash.com/Hridoy Paul)

Fusion food atau masakan fusion belakangan ini makin sering jadi perbincangan, terutama di kalangan pencinta kuliner yang suka eksplorasi rasa baru. Perpaduan beragam budaya dalam satu hidangan menghadirkan pengalaman makan yang unik, bahkan bisa di luar ekspektasi. Dari yang awalnya terdengar “nyeleneh”, kini justru banyak fusion food yang jadi favorit.

Fenomena fusion food ini juga gak lepas dari pengaruh globalisasi dan kreativitas para pelaku kuliner. Keberanian menggabungkan bahan, teknik, hingga cita rasa dari berbagai negara menjadi sesuatu yang segar dan berbeda. Gak heran kalau sekarang fusion food mudah ditemukan, mulai dari kekinian sampai restoran dengan konsep modern.

1. Apa itu fusion food?

ilustrasi lumpia makaroni carbonara (unsplash.com/Anastazja Kuroczycka)

Melansir laman Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR, fusion food adalah hasil perpaduan berbagai elemen kuliner yang diolah menjadi satu hidangan baru dengan cita rasa berbeda. Senada menurut Chandra.P (2016), fusion food bisa diartikan sebagai inovasi bidang makanan yang menggabungkan beberapa unsur tradisi kuliner yang berbeda dari dua negara atau lebih. Dan, perkembangan makanan ini mulai terlihat sejak tahun 1970-an dan semakin populer hingga mencapai puncaknya pada dekade 1990-an.

Terlepas dari itu, Lasmanawati, E. dan Nurani A.S. (2018) mengungkapkan kalau seorang ahli kuliner perlu memahami cita rasa asli dari setiap hidangan yang akan dikombinasikan agar hasilnya tetap harmonis. Dan, kemampuan untuk menyatukan masakan dari latar budaya, gaya, dan selera yang berbeda turut menjadi hal penting yang harus dimiliki. Bahkan teknik memasak harus diperhatikan karena sangat memengaruhi hasil akhir, sekaligus memastikan rasa dan tekstur yang dihasilkan tetap masuk akal serta familiar bagi penikmatnya.

2. Prinsip fusion food

ilustrasi bahan bumbu oles ayam bakar (pexels.com/id-id/@jonathanborba)

Pada dasarnya, fusion food punya unsur-unsur penting yang menjadi acuan bagi para koki dalam meracik hidangan yang menarik sekaligus tetap menghormati asal-usulnya, di antaranya:

  • Perkawinan budaya yang sesuai: fusion food berawal dari proses menggabungkan berbagai tradisi kuliner yang dirancang dengan pertimbangan matang, alih-alih asal campur begitu saja. Perpaduan bisa datang dari mana saja, seperti rempah khas India yang kuat dengan tekstur lembut ala masakan Jepang, atau kombinasi street food Meksiko dengan cita rasa barbeku Korea. Intinya, perpaduan yang ingin dicapai adalah keselarasan rasa yang menyatu, bukan malah yang membingungkan lidah.

  • Rasa yang seimbang: rasa menjadi hal yang krusial dalam masakan fusion. Setiap unsur seperti manis, asin, asam, pedas, hingga umami diharapkan saling melengkapi dari kuliner digabungkan. Sebab jika salah satu rasa atau budaya terlalu mendominasi, tujuan utama dari gabungan rasa itu sendiri bisa hilang.

  • Memadukan bahan-bahan tak terduga: koki atau tukang masak sering menambahkan bahan yang tak terduga untuk menciptakan kuliner baru. Misalnya seperti memakai keju dalam bakso, menggunakan rempah rica-rica dalam pizza, dan sebagainya.

  • Tetap menghormati tradisi: meskipun sebuah masakan dihasilkan dari percampuran bahan, menjaga keaslian dari setiap budaya kuliner tetap perlu diperhatikan. Dengan begitu, hasil akhirnya tidak hanya terasa unik, tapi juga tetap bermakna dan menghargai asal-usulnya.

3. Contoh fusion food populer di Indonesia

ilustrasi nasi goreng kimchi (unsplash.com/@emanuelekstrom)

Setelah mengetahui apa itu fusion food, rasanya akan semakin menarik saat kamu mengenal contoh-contoh populernya. Berikut beberapa makanan hasil perpaduan budaya yang terkenal dan wajib kamu ketahui:

  • Steak tempe: Steak tempe dapat dikategorikan sebagai fusion food Indonesia karena menggabungkan konsep masakan Barat dengan bahan khas Indonesia. Istilah steak yang identik dengan teknik pengolahan dan penyajian ala Barat, sementara tempe merupakan bahan tradisional yang memiliki akar kuat dalam kuliner lokal. Menariknya, penggunaan tempe juga membuat hidangan ini lebih ramah bagi vegan, sekaligus menghadirkan pengalaman rasa baru yang tetap familiar.

  • Spageti rendang: hidangan ini menggabungkan dua elemen dari budaya kuliner yang berbeda, yakni spageti dari Italia sebagai basisnya, dan rendang dari Indonesia sebagai saus atau bumbunya. Perpaduan ini menciptakan rasa baru tapi juga unik. Bumbu rendang yang kaya rempah memberikan sensasi gurih, pedas, dan sedikit manis yang berpadu pas dengan tekstur lembut spageti.

  • Nasi goreng kimchi: nasi goreng kimchi juga termasuk fusion food dengan menggabungkan dua kuliner yang sama-sama kuat karakternya. Hidangan ini populer karena rasanya yang “nendang” dan berbeda dari nasi goreng biasa. Sentuhan kimchi lewat rasa asam, pedas, dan sedikit fermentasi yang khas, bikin rasa nasi goreng jadi lebih kompleks dan berlapis. Apalagi, tren budaya Korea yang masih digemari ikut mendorong kuliner ini makin dikenal dan banyak dicari.

  • Kue cubit green tea: kalau mau menjajal fusion food versi manis, coba lirik kue cubit green tea yang lagi viral. Kue cubit merupakan kudapan asal Indonesia yang rasanya cenderung manis, sedangkan green tea berasal dari Jepang dengan karakter rasa pahit lembut yang khas. Jadi, saat green tea digunakan sebagai adonan atau topping kue cubit, terjadi perpaduan rasa lokal dan internasional yang bikin rasanya jadi lebih modern dan variatif.

  • Burger rendang: burger rendang bukan kuliner baru di Indonesia. Hidangan ini menggabungkan konsep burger khas Barat berupa roti bun, patty, dengan bumbu rendang atau bahkan daging rendang sebagai elemen utamanya. Umumnya rendang dijadikan isian yang menciptakan perpaduan rasa yang kuat antara gurihnya daging berbumbu tapi dinikmati dengan roti alih-alih nasi seperti pada umumnya.

Dari pengertian, unsur, sampai contohnya, fusion food menunjukkan bagaimana perpaduan budaya bisa melahirkan kreasi kuliner yang unik dan tetap relevan dengan lidah. Gak hanya menghadirkan rasa baru, setiap hidangan bisa mencerminkan kreativitas dalam mengolah bahan dan teknik dari latar budaya yang berbeda. Pada akhirnya, fusion food bukan sekadar tren, tapi juga ide menikmati keberagaman rasa dalam satu sajian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team