ilustrasi cara membuat kopi (unsplash.com/sun Akbari)
Berdasarkan artikel dari Healthline, kopi decaf adalah pilihan tepat buat siapa saja yang ingin tetap menikmati secangkir kopi tanpa mengonsumsi terlalu banyak kafein. Meski sekitar 97% kandungan kafeinnya sudah dihilangkan, kopi decaf masih menyimpan berbagai senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Jadi, kamu tetap bisa merasakan cita rasa kopi sekaligus memperoleh sebagian manfaat kesehatannya.
Orang yang sensitif terhadap kafein menjadi salah satu kelompok yang paling disarankan beralih ke kopi decaf. Kalau setiap selesai minum kopi kamu justru merasa gelisah, cemas, tangan gemetar, atau jantung berdebar lebih cepat, bisa jadi tubuhmu memang kurang cocok dengan kafein dalam jumlah tinggi. Dengan memilih kopi decaf, kamu tetap bisa menikmati rutinitas ngopi tanpa harus menghadapi efek samping yang mengganggu.
Kamu sering susah tidur jika minum kopi padahal sangay menyukai rasanya? Nah, decaf coffee cocok untuk kamu yang insomnia karena kandungan kafein yang jauh lebih rendah sehimgga membantu mengurangi risiko tetap terjaga hingga larut malam, terutama jika kamu terbiasa minum kopi pada sore atau malam hari. Meski begitu, orang yang sangat sensitif terhadap kafein tetap perlu memperhatikan jumlah konsumsinya karena kopi decaf masih mengandung sedikit kafein.
Lalu, jika kopi biasa sering membuat perut terasa tidak nyaman atau memicu asam lambung naik, kopi decaf bisa menjadi alternatif yang lebih bersahabat. Kandungan kafeinnya yang rendah membuat risiko iritasi pada lambung cenderung lebih kecil dibandingkan kopi reguler. Ditambah lagi, cita rasa kopi decaf umumnya terasa lebih lembut sehingga lebih nyaman dinikmati oleh sebagian orang.
Ibu hamil dan menyusui juga termasuk kelompok yang sering dianjurkan untuk memilih kopi decaf karena perlu membatasi asupan kafein setiap harinya. Dengan begitu, mereka tetap bisa menikmati aroma dan rasa kopi tanpa khawatir mengonsumsi kafein secara berlebihan. Meski demikian, jumlah konsumsi kopi selama masa kehamilan atau menyusui sebaiknya tetap disesuaikan dengan anjuran dokter.
Nah, sudah tahu kan apa itu kopi decaf? Meski kandungan kafeinnya jauh lebih rendah, minuman yang lagi populer ini tetap menawarkan cita rasa khas kopi yang lembut buat dinimmati. Jadi, kalau ingin tetap ngopi cantik tanpa terlalu banyak kafein, kopi decaf bisa menjadi pilihan yang patut dicoba!