Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Cara Membawa Telur agar Tidak Pecah dalam Ransel Gunung?

ilustrasi telur (vecteezy.com/mangolovemom kee)
ilustrasi telur (vecteezy.com/mangolovemom kee)

Membawa telur sebagai bekal mendaki gunung memang terdengar sederhana, tetapi kenyataannya cukup rumit karena telur mudah sekali pecah jika tidak diperlakukan dengan benar. Banyak pendaki ingin membawa telur segar karena bisa dimasak dengan cara apa pun, mulai dari direbus, digoreng, sampai dicampur ke masakan instan di tenda. Namun, risiko telur hancur di perjalanan membuat banyak orang mengurungkan niat.

Agar kamu tetap bisa menikmati olahan telur di puncak tanpa kerepotan membersihkan ransel yang kotor, ada beberapa cara praktis yang bisa diterapkan. Berikut beberapa penjelasan yang bisa membantu.

1. Wadah plastik melindungi telur dari benturan

ilustrasi wadah plastik (vecteezy.com/Sanhanat Pimpa)
ilustrasi wadah plastik (vecteezy.com/Sanhanat Pimpa)

Menggunakan wadah khusus seperti kotak telur plastik membantu mengurangi risiko pecah akibat tekanan barang di dalam ransel. Kotak ini biasanya didesain dengan bentuk cekungan yang pas dengan ukuran telur sehingga bagian cangkang tidak bersentuhan langsung dengan permukaan keras. Selain itu, bahan plastik yang tebal dapat menahan guncangan saat melewati jalur terjal atau ketika ransel terbanting.

Jika tidak menemukan wadah khusus, alternatif lain adalah menggunakan kotak makan kecil yang diberi sekat dengan tisu atau kain agar telur tidak bergeser. Cara ini memang lebih repot, tetapi tetap efektif menjaga isi telur tetap utuh hingga sampai di tempat camp. Intinya, pastikan telur tidak bergerak bebas karena guncangan kecil pun bisa membuat cangkang retak.

2. Posisi penyimpanan menentukan ketahanan telur

ilustrasi telur (vecteezy.com/sasirin pamai)
ilustrasi telur (vecteezy.com/sasirin pamai)

Selain wadah, posisi peletakkan telur di dalam ransel juga sangat penting, lho. Telur sebaiknya ditempatkan di bagian atas ransel agar tidak tertindih barang lain yang berat seperti botol minum, kompor, atau makanan kalengan. Tekanan dari benda-benda tersebut bisa menyebabkan cangkang langsung remuk meskipun sudah dilindungi kotak plastik.

Kamu juga bisa menempatkan telur di tengah ransel dengan cara membungkusnya menggunakan pakaian atau jaket yang dilipat. Fungsi pakaian di sini seperti bantalan alami yang menyerap tekanan dan guncangan. Dengan begitu, telur tetap aman meski jalur pendakian cukup ekstrem.

3. Cairan telur menjadi opsi praktis tanpa risiko pecah

ilustrasi telur (vecteezy.com/Pasakorn Hansetagan)
ilustrasi telur (vecteezy.com/Pasakorn Hansetagan)

Salah satu trik yang jarang dipikirkan banyak orang yakni dengan memecahkan telur lebih dulu lalu memasukkannya ke dalam botol plastik atau wadah kedap udara. Cara ini membuat telur dalam bentuk cair tetap segar dan siap dimasak tanpa perlu khawatir cangkangnya pecah. Pendaki hanya perlu memastikan botol ditutup rapat agar tidak ada kebocoran selama perjalanan.

Metode ini juga lebih hemat tempat karena satu botol bisa menampung beberapa butir telur sekaligus. Namun, kamu harus memperhatikan suhu penyimpanan karena telur  dalam keadaan cair lebih cepat rusak dibandingkan telur utuh. Menyimpan telur di bagian ransel yang sejuk juga bisa membantu menjaga kualitasnya hingga sampai di lokasi camp di gunung.

4. Telur rebus lebih tahan lama di perjalanan

ilustrasi telur rebus (vecteezy.com/Bigc Studio)
ilustrasi telur rebus (vecteezy.com/Bigc Studio)

Jika tidak ingin repot dengan wadah, telur rebus bisa menjadi solusi sederhana. Proses perebusan membuat cangkang lebih keras dan isinya tidak mudah rusak meski mendapat sedikit tekanan. Selain itu, telur rebus bisa langsung dimakan tanpa perlu dimasak ulang, sangat cocok untuk kondisi darurat ketika tenaga sudah habis.

Namun, tetap ada cara menyimpan telur rebus yang benar. Letakkan telur di kantong kain kecil atau bungkus dengan kertas agar tidak langsung bersentuhan dengan benda keras di ransel. Lewat perlakuan seperti ini, telur rebus bisa bertahan hingga dua hari tanpa perubahan rasa yang signifikan saat dibawa camping di gunung.

5. Perencanaan menu membantu mengurangi risiko

ilustrasi mie dengan telur (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)
ilustrasi mie dengan telur (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Hal terakhir yang sering dilupakan adalah menyesuaikan jumlah telur dengan rencana masakan selama mendaki. Membawa terlalu banyak telur hanya menambah risiko pecah dan membuang ruang di dalam ransel. Lebih baik hitung kebutuhan harian lalu sesuaikan dengan durasi pendakian agar jumlahnya pas.

Selain itu, kombinasikan telur dengan bahan lain yang lebih awet seperti sosis, mi instan, atau bahkan sayuran kering. Dengan begitu, kamu tetap bisa makan enak tanpa harus repot menjaga terlalu banyak telur. Perencanaan sederhana seperti ini bisa mengurangi kerugian sekaligus membuat perjalanan lebih nyaman.

Membawa telur dalam perjalanan mendaki gunung memang perlu strategi agar tidak berakhir pecah di ransel. Mulai dari pemilihan wadah, posisi penyimpanan, hingga alternatif praktis seperti telur cair atau telur rebus, semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan perencanaan yang tepat, bekal mendaki gunung tetap aman sekaligus memberi variasi menu yang lebih lezat di puncak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us