Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Lama Marinasi Daging agar Empuk? Ini Durasinya!

Berapa Lama Marinasi Daging agar Empuk? Ini Durasinya!
ilustrasi daging brisket (pexels.com/Hayden Walker)
Intinya Sih
  • Marinasi berfungsi melunakkan serat otot dan membuat daging lebih juicy, namun tiap jenis protein punya durasi berbeda agar tidak terlalu lembek atau keras.
  • Daging sapi perlu 2–24 jam tergantung potongan, ayam cukup 2–6 jam, sedangkan ikan dan seafood hanya 15–60 menit agar tidak hancur.
  • Trik velveting dengan baking soda selama 20–30 menit bisa bikin daging super lembut, serta penting menjaga kebersihan dan wadah non-reaktif saat marinasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa yang gak kesel kalau sudah semangat masak steak atau rendang, tapi saat digigit teksturnya malah alot seperti sandal jepit? Masalah daging yang keras memang sering jadi tantangan di dapur. Padahal, rahasia utamanya bukan cuma di teknik memasak, tapi di proses marinasi.

Marinasi bukan sekadar merendam daging dalam bumbu supaya rasanya enak, tetapi juga proses kimiawi untuk memecah serat otot agar teksturnya lebih juicy dan lembut. Namun, kamu perlu tahu kalau setiap jenis protein punya "jam tayang" yang berbeda. Terlalu sebentar bikin bumbu gak meresap, terlalu lama malah bisa bikin daging hancur atau lembek.

Lantas, berapa lama marinasi daging agar teksturnya empuk dan lembut? Ini ulasan durasinya!

1. Daging sapi

ilustrasi daging sapi
ilustrasi daging sapi (unsplash.com/Madie Hamilton)

Daging sapi punya serat yang cukup padat, jadi dia butuh waktu lebih lama untuk melunak dibandingkan dengan jenis daging lainnya. Durasi marinasi sangat bergantung pada jenis potongannya.

  • Steak atau Potongan Umum: Untuk potongan seperti sirloin atau ribeye, kamu butuh waktu 2—4 jam agar daging terasa lebih empuk. Kalau mau bumbunya meresap sampai ke serat terdalam dan teksturnya sangat empuk, kamu bisa membiarkannya selama 12—24 jam di dalam kulkas.
  • Potongan Keras (Otot/Besar): Kalau kamu memasak bagian paha atau sandung lamur yang seratnya lebih kasar, durasi idealnya adalah 3—24 jam. Jangan lebih dari 24 jam ya, karena kandungan asam dalam bumbu bisa merusak struktur protein secara berlebihan.

2. Daging ayam

ilustrasi daging ayam
ilustrasi daging ayam (pexels.com/Tim Douglas)

Berbeda dengan sapi, daging ayam lebih cepat menyerap bumbu karena teksturnya yang lebih berpori. Kamu harus hati-hati agar tidak memarinasi ayam terlalu lama, terutama jika menggunakan bahan asam seperti cuka atau jeruk nipis.

Untuk bagian dada dan paha ayam, waktu paling tepat untuk memarinasinya adalah 2–4 jam. Khusus bagian paha yang sedikit lebih berlemak, kamu bisa memarinasinya maksimal hingga 6 jam. Lebih dari itu, tekstur ayam bisa berubah jadi berpasir dan kurang nikmat saat dikunyah.

3. Ikan dan seafood

ilustrasi seafood
ilustrasi seafood (pexels.com/Naresh Mandal)

Jangan pernah menyamakan durasi marinasi ikan dengan daging sapi. Protein pada ikan dan seafood, seperti udang atau cumi, sangat sensitif. Jika kamu merendamnya terlalu lama dalam larutan asam, dagingnya akan termasak secara kimiawi dan menjadi hancur saat digoreng atau dibakar.

Kalau memarinasi daging ikan atau seafood, cukup 15–30 menit saja. Jika potongannya sangat tebal, kamu boleh menambah waktunya, tapi maksimal hanya 1 jam.

4. Metode baking soda: Trik restoran Chinese food

ilustrasi makanan olahan daging
ilustrasi makanan olahan daging (pexels.com/Evgeniy Alekseyev)

Pernah gak kamu bertanya-tanya kenapa daging sapi di restoran Chinese bisa sangat lembut meski cuma ditumis sebentar? Rahasianya adalah velveting menggunakan baking soda.

Metode memasak ini cukup mudah. Caranya, taburkan sedikit baking soda pada irisan daging, lalu aduk rata, dan diamkan selama 20–30 menit. Setelah durasi tersebut, kamu wajib mencuci bersih daging di bawah air mengalir sebelum diberi bumbu lain dan dimasak. Jika tidak dicuci, rasa daging akan menjadi aneh dan pahit.

5. Tips tambahan agar marinasi sempurna

ilustrasi marinasi daging
ilustrasi marinasi daging (commons.wikimedia.org/Dplanet)

Agar hasil masakan kamu makin maksimal, perhatikan juga hal-hal teknis berikut ini.

  1. Selalu simpan daging di kulkas: Jangan pernah memarinasi daging di suhu ruang karena bakteri bisa berkembang biak dengan cepat. Gunakan wadah tertutup atau ziplock bag.
  2. Gunakan wadah non-Reaktif: Hindari wadah berbahan logam atau aluminium karena asam dari bumbu marinasi bisa bereaksi dengan logam dan mengubah rasa makanan. Gunakan wadah kaca, keramik, atau plastik food grade.
  3. Keseimbangan rasa: Pastikan bumbu marinasi kamu mengandung tiga unsur utama, yakni asam, seperti jeruk atau cuka, lemak, seperti minyak, dan aromatik, seperti rempah dan garam.

Sekarang kamu sudah tahu berapa lama marinasi daging agar empuk sesuai jenisnya, kan? Jadi, jangan asal rendam lagi, ya! Pastikan kamu mengatur waktu memasak dengan pas agar hasil hidanganmu sekelas restoran bintang lima.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More