4 Cara Membedakan Pewarna Alami dan Buatan pada Makanan

Makanan dengan tampilan berwarna-warni memang terlihat lebih menarik, terutama di mata anak-anak. Mereka akan memerhatikannya beberapa saat, lalu timbul ketertarikan atau rasa penasaran, hingga berujung meminta orangtuanya membelikan makanan tersebut.
Namun, tidak semua warna pada makanan berasal dari bahan-bahan alami. Banyak produk makanan yang menggunakan pewarna buatan. Ada yang cenderung aman, ada pula yang berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa membedakan mana pewarna alami dan mana yang buatan dengan memperhatikan beberapa ciri khas dari keduanya. Berikut IDN Times bagikan informasi tentang cara membedakan pewarna alami dan mana yang buatan. Simak baik-baik, ya!
1. Baca komposisi bahan pada kemasan
Cara paling mudah untuk mengecek apakah makanan tersebut menggunakan pewarna alami atau buatan adalah dengan membaca komposisi bahan pada kemasannya. Produsen yang menggunakan pewarna buatan biasanya mencantumkan kode atau istilah tertentu, seperti tartrazine (E102), sunset yellow (E110), atau brilliant blue (E133).
Tak sedikit pula yang mencantumkan tulisan "pewarna makanan" pada komposisi tersebut. Informasi ini merupakan standar dan wajib ada pada kemasan sebagai bentuk transparansi bahan kepada konsumen.
Begitu pula dengan makanan yang mengandung bahan pewarna alami. Nama bahannya juga disebutkan secara jelas, misalnya ekstrak kunyit, pandan, bunga telang, dan sebagainya. Dari penjelasan tentang komposisi makanan ini, kamu jadi tahu apakah makanan tersebut lebih aman dimakan atau tidak.
2. Cium aromanya

Aroma pewarna alami umumnya khas dari bahan dasarnya. Misalnya, makanan berwarna kuning dari kunyit, biasanya mengeluarkan wangi khas kunyit tersebut. Begitu pula warna hijau dari daun pandan yang menghadirkan aroma harum alami khas pandan. Aroma ini jadi petunjuk bahwa pewarna yang digunakan benar-benar berasal dari bahan alami.
Sebaliknya, pewarna buatan umumnya tidak memiliki aroma khusus. Makanan yang diberi pewarna ini aromanya sesuai dengan bahan-bahan yang digunakan. Dengan mencium aroma makana sebelum mengonsumsinya, kamu bisa mengenali apakah pewarna yang dipakai alami atau buatan.
3. Perhatikan intensitas warnanya
Intensitas warna pada makanan juga bisa menjadi cara untuk membedakan apakah makanan tersebut menggunakan pewarna alami atau buatan. Makanan dengan pewarna alami biasanya berwarna cenderung lembut dan tidak terlalu mencolok.
Misalnya warna hijau dari daun pandan akan terlihat alami dengan nuansa yang agak pucat. Begitu pula dengan warna ungu bunga telang atau merah buah bit, keduanya tidak terlalu menyala.
Sedangkan, makanan dengan pewarna buatan akan terlihat lebih terang, tajam, mencolok, hingga “menyilaukan.” Contohnya kue atau minuman dengan warna merah menyala atau biru cerah yang sangat mencolok. Selain itu, warna buatan juga biasanya sangat konsisten dan merata pada setiap bagian makanan.
4. Uji makanan dengan air

Cara lain untuk membedakan pewarna alami dan buatan pada makanan adalah dengan air. Ambil secuil makanan, kamudian celupkan ke dalam air dan tunggu beberapa saat. Jika warnanya cepat larut ke dalam air dan membuat cairan terlihat keruh atau jadi berwarna, kemungkinan besar makanan tersebut mengandung pewarna buatan.
Sebaliknya, jika makanan menggunakan pewarna alami, maka pewarnanya tersebut tidak mudah larut dalam air dan warnanya cenderung lebih samar. Hal ini dikarenakan pigmen alami lebih stabil menempel cukup baik pada makanan.
Demikian informasi tentang cara membedakan pewarna alami dan buatan pada makanan. Dengan memahaminya, kamu bisa lebih bijak dan waspada saat membeli makanan. Jangan mudah tergoda pada tampilan menarik dan mencolok, ya!