Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Menyimpan Chia Seed supaya Awet dan Gak Bau Tengik
ilustrasi menyimpan chia seed (pexels.com/Jubair Bin Iqbal)

Belakangan ini, chia seed makin populer karena dianggap praktis dan karya nutrisi. Pemakaiannya pun mudah, bisa untuk campuran overnight oats, smoothies, sampai infused water. Namun di balik popularitasnya, ternyata masih banyak orang yang belum tahu kalau cara menyimpan chia seed juga penting diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga.

Penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat chia seed cepat lembap, berubah aroma, bahkan menurunkan kesegarannya. Dan meski dikenal sebagai bahan makanan yang tahan lama, chia seed tetap membutuhkan tempat penyimpanan yang tepat supaya tidak mudah rusak. Jadi, sebenarnya bagaimana tips menyimpan chia seed agar tetap fresh dan tahan lama? Yuk, simak tipsnya sampai habis!

1. Meski tahan lama, cgia seed tetap bisa rusak

ilustrasi chia seed (pexels.com/Castorly Stock)

Meski terkenal awet dan tahan lama, chia seed tetap perlu disimpan dengan cara yang tepat agar kualitasnya tidak cepat menurun. Biji kecil ini memang memiliki antioksidan alami yang membantu memperlambat proses pembusukan. Bahkan, chia seed bisa tahan hingga 4–5 tahun jika disimpan rapat di tempat yang sejuk dan kering.

Sedangkan setelah kemasannya dibuka, chia seed umumnya masih dapat tetap segar selama 1–2 tahun, asal disimpan dalam wadah yang tepat. Sayangnya, daya tahan tersebut tidak berarti chia seed bisa disimpan sembarangan. Paparan panas, udara, atau kelembapan terlalu lama dapat membuat chia seed berubah tengik, berbau aneh, hingga memicu munculnya jamur.

2. Ciri-ciri chia seed rusak

ilustrasi menyimpan chia seed (pexels.com/Jubair Bin Iqbal)

Banyak yang penasaran, apa chia seed bisa kedaluwarsa atau rusak? Jawabannya adalah ya. Kualitas chia seed tetap dapat berubah seiring waktu, terutama jika penyimpanannya kurang tepat. Karena itu, penting untuk mengenali ciri chia seed yang rusak sebelum dikonsumsi, diantaranya:

  • Berbau tengik. Chia seed yang masih bagus biasanya hampir tidak memiliki aroma menyengat, sehingga jika mulai tercium bau asam, apek, atau seperti minyak basi, kemungkinan kualitasnya sudah menurun. Kondisi ini biasanya terjadi karena kandungan minyak alami di dalam chia seed mulai teroksidasi akibat terlalu lama terkena udara atau panas.

  • Teksturnya menggumpal. Chia seed yang terkena kelembapan sering kali menggumpal, terasa lembek, atau menempel satu sama lain di dalam wadah penyimpanan. Jika dibiarkan, kondisi lembap tersebut juga dapat memicu tumbuhnya jamur yang membuat chia seed tidak aman lagi untuk dikonsumsi.

  • Perubahan warna. Perhatikan seksama, biji yang masih segar akan berwarna hitam pekat, putih bersih, atau abu-abu kecokelatan secara merata. Sedangkan yang rusak warnanya akan lebih gelap atau malah pudar, ditumbuhi bercak-bercak keputihan (jamur), hingga menjadi warna menjadi kekuningan.

  • Rasanya jadi tak sedap. Biji chia seharusnya memiliki rasa netral hingga sedikit seperti kacang. Namun rasanya pahit, asam, atau aneh, kemungkinan besar biji tersebut sudah busuk.

3. Cara menyimpan chia seed yang benar

ilustrasi chia seed (pexels.com/Jubair Bin Iqbal)

Menyimpan chia seed dengan benar sebenarnya gak sulit yang akhirny malah sering kali dianggap sepele. Padahal, cara penyimpanan yang lebih tepat akan membantu menjaga rasa, tekstur, sekaligus kualitas nutrisinya tetap baik lebih lama. Apalagi jika kamu membeli chia seed dalam jumlah banyak untuk stok di rumah, penyimpanan yang benar jadi semakin penting diperhatikan.

Mulai dengan selalu menyimpan chia seed dalam wadah kedap udara. Wadah tertutup rapat dapat membantu melindungi chia seed dari paparan udara dan kelembapan yang berisiko membuatnya cepat tengik atau menggumpal. Kamu bisa menggunakan stoples kaca, wadah plastik food grade, atau kemasan ziplock yang benar-benar tertutup rapat setelah digunakan.

Apakah chia seed perlu dimasukkan ke dalam kulkas? Ya, apalagi kalau kamu ingin menyetok dalam jumlah besar untuk dimakan berkala. Namun tetap perlu dimasukkan pada wadah yang rapat supaya biji tersebut tidak menyerap bau makanan.

Namun jika kamu tidak mempunyai lemari pendingin, simpan chia seed di tempat yang sejuk dan kering agar kualitasnya tetap terjaga. Hindari meletakkannya di area yang terkena sinar matahari langsung atau terlalu dekat dengan kompor karena suhu panas dapat mempercepat penurunan kualitas chia seed. Lemari dapur atau pantry yang tidak lembap biasanya menjadi tempat penyimpanan yang ideal.

Cara menyimpan chia seed ternyata jadi kunci penting untuk menjaga rasa, tekstur, dan kualitasnya tetap bagus lebih lama. Dengan tips yang benar barusan, chia seed milikmu jadi tetap fresh dan siap dipakai kapan saja untuk campuran makanan maupun minuman favoritmu dalam waktu yang lama. Sekarang sudah tahu kan kenapa jangan asal simpan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article