Potret kentang (pixabay.com/eKokki)
Pertanyaan selanjutnya yang bikin banyak orang penasaran adalah apakah kentang hijau aman dikonsumsi. Jawabannya tergantung pada tingkat perubahan warnanya.
Jika warna hijau hanya muncul tipis di sebagian kecil permukaan kentang, umbi tersebut masih dapat dikonsumsi setelah bagian hijau beserta kulitnya dikupas cukup tebal. Pastikan pula tidak ada bagian yang bertunas atau membusuk.
Sebaliknya, jika hampir seluruh permukaan kentang sudah berubah hijau, memiliki banyak tunas, atau terasa pahit saat dicicipi, sebaiknya jangan dikonsumsi. Rasa pahit merupakan salah satu tanda kadar glikoalkaloid yang cukup tinggi.
Mengonsumsi glikoalkaloid dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, sakit kepala, dan pusing. Pada kasus yang lebih berat, paparan glikoalkaloid dalam jumlah sangat tinggi dapat memengaruhi sistem saraf. Meski kasus seperti ini tergolong jarang terjadi, kentang yang sudah berubah hijau secara luas sebaiknya memang tidak dikonsumsi.