Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kentang Berwarna Hijau Apakah Aman Dikonsumsi?

Kentang Berwarna Hijau Apakah Aman Dikonsumsi?
Potret kentang (unsplash.com/Lars Blankers)
Intinya Sih
  • Warna hijau pada kentang muncul akibat paparan cahaya yang memicu pembentukan klorofil dan peningkatan glikoalkaloid seperti solanin serta chaconine.
  • Kandungan glikoalkaloid tinggi dapat menyebabkan gejala mual, muntah, hingga gangguan saraf, sehingga kentang hijau luas sebaiknya tidak dikonsumsi.
  • Memasak tidak menghilangkan zat berbahaya tersebut; simpan kentang di tempat gelap, sejuk, dan kering agar tidak cepat menghijau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu mengambil kentang dari dapur, lalu mendapati sebagian permukaannya berubah menjadi kehijauan? Kondisi ini sering membuat banyak orang ragu untuk mengolahnya, karena dianggap membahayakan.

Warna hijau pada kentang bukan sekadar perubahan tampilan, melainkan bisa menjadi tanda adanya peningkatan senyawa tertentu di dalam umbi. Lantas, apakah kentang yang berubah hijau masih aman dimakan? Simak penjelasann lengkapnya berikut ini!

1. Mengapa kentang bisa berubah menjadi hijau?

Kentang dapat berubah menjadi hijau ketika terlalu lama terpapar cahaya matahari atau cahaya lampu. Paparan cahaya memicu pembentukan klorofil, yakni pigmen hijau yang juga ditemukan pada daun tumbuhan.

Sebenarnya, klorofil tidak berbahaya dan tidak mengubah rasa kentang secara signifikan. Namun, kemunculan warna hijau biasanya menjadi indikator bahwa kentang juga memproduksi lebih banyak glikoalkaloid, terutama solanin dan chaconine.

Kedua senyawa tersebut merupakan mekanisme pertahanan alami tanaman kentang terhadap hama dan penyakit. Dalam jumlah kecil, glikoalkaloid memang terdapat secara alami pada kentang. Akan tetapi, kadarnya dapat meningkat ketika kentang terpapar cahaya, mengalami kerusakan fisik, atau mulai bertunas.

2. Apakah kentang hijau aman dikonsumsi?

Potret kentang
Potret kentang (pixabay.com/eKokki)

Pertanyaan selanjutnya yang bikin banyak orang penasaran adalah apakah kentang hijau aman dikonsumsi. Jawabannya tergantung pada tingkat perubahan warnanya.

Jika warna hijau hanya muncul tipis di sebagian kecil permukaan kentang, umbi tersebut masih dapat dikonsumsi setelah bagian hijau beserta kulitnya dikupas cukup tebal. Pastikan pula tidak ada bagian yang bertunas atau membusuk.

Sebaliknya, jika hampir seluruh permukaan kentang sudah berubah hijau, memiliki banyak tunas, atau terasa pahit saat dicicipi, sebaiknya jangan dikonsumsi. Rasa pahit merupakan salah satu tanda kadar glikoalkaloid yang cukup tinggi.

Mengonsumsi glikoalkaloid dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, sakit kepala, dan pusing. Pada kasus yang lebih berat, paparan glikoalkaloid dalam jumlah sangat tinggi dapat memengaruhi sistem saraf. Meski kasus seperti ini tergolong jarang terjadi, kentang yang sudah berubah hijau secara luas sebaiknya memang tidak dikonsumsi.

3. Bisakah bagian hijaunya dipotong?

Pertanyaan berikutnya, apakah bisa bagian hijau kentang di potong? Sebenarnya bisa, tetapi hanya jika area hijaunya masih sedikit. Kupas kulit kentang lebih tebal hingga seluruh bagian hijau benar-benar hilang. Buang pula bagian yang bertunas atau memiliki bercak gelap. Setelah itu, kentang masih bisa diolah seperti biasa.

Apabila warna hijau sudah menyebar luas hingga ke bagian dalam umbi, membuang sebagian permukaan saja tidak cukup. Pilihan paling aman adalah tidak menggunakannya lagi.

4. Apakah memasak bisa menghilangkan zat berbahaya?

Ilustrasi kentang (pixabay.com/planet_fox)
Ilustrasi kentang (pixabay.com/planet_fox)

Apakah memasak bisa menghilangkan zat berbahaya? Sayangnya tidak. Proses merebus, mengukus, memanggang, maupun menggoreng memang dapat mengubah tekstur kentang, tetapi tidak mampu menghilangkan glikoalkaloid secara signifikan.

Senyawa ini cukup stabil terhadap panas, sehingga tetap bertahan walaupun kentang sudah dimasak. Oleh karena itu, memilih kentang yang masih segar jauh lebih penting daripada mengandalkan proses memasak untuk mengurangi kandungan glikoalkaloidnya.

5. Cara mencegah kentang berubah hijau

Supaya kentang tidak cepat menghijau, simpan dengan cara yang tepat. Berikut di antaranya.

  • Letakkan kentang di tempat yang sejuk, kering, dan gelap.
  • Hindari menyimpannya di bawah sinar matahari langsung atau dekat lampu yang menyala terus-menerus.
  • Simpan di dalam kantong kertas, karung, atau wadah yang tidak tembus cahaya.
  • Jangan mencuci kentang sebelum disimpan, agar kelembapannya tidak meningkat.
  • Pisahkan kentang dari bawang bombai karena gas yang dihasilkan bawang dapat mempercepat pertumbuhan tunas.

Kentang hijau memang tidak selalu harus langsung dibuang. Jika perubahan warnanya masih ringan, bagian hijaunya dapat dipotong dan kentang masih aman diolah.

Namun, bila warna hijau sudah meluas, disertai tunas atau rasa pahit, sebaiknya jangan dikonsumsi demi menghindari risiko paparan glikoalkaloid yang berlebihan. Menyimpan kentang dengan benar menjadi cara paling efektif untuk menjaga kualitas sekaligus keamanannya sebelum diolah menjadi berbagai hidangan favorit.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu

Related Articles

See More