Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Makanan Tinggi Natrium yang Perlu Dibatasi, Apa Saja?
ilustrasi makan junk food di malam hari (freepik.com/DC Studio)
  • Artikel menyoroti tujuh makanan tinggi natrium seperti mi instan, sosis, camilan kemasan, keju olahan, saus siap pakai, makanan kaleng, dan makanan cepat saji yang perlu dibatasi konsumsinya.
  • Kandungan natrium berlebih dari makanan tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta mengganggu keseimbangan asupan harian tanpa disadari oleh banyak orang.
  • Pembaca dianjurkan untuk mengontrol porsi, membaca label gizi, serta menyeimbangkan konsumsi dengan bahan segar agar pola makan tetap sehat dan seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makanan gurih memang sulit ditolak, apalagi jika sudah menjadi bagian dari menu sehari-hari. Mulai dari mi instan, camilan kemasan, hingga makanan olahan sering kali terasa begitu nikmat karena kandungan garamnya yang cukup tinggi. Namun, di balik cita rasa yang menggugah selera tersebut, terdapat kandungan natrium yang jika dikonsumsi berlebihan dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. 

Meski terdengar sepele, asupan natrium berlebih bisa berasal dari makanan yang mungkin sering kamu konsumsi setiap hari. Mulai dari camilan, makanan instan, hingga produk olahan tertentu dapat menjadi penyumbang natrium yang cukup besar bagi tubuh. Lantas, apa saja makanan tinggi natrium yang perlu dibatasi konsumsinya? Simak daftar lengkapnya dalam artikel berikut.

1. Mi instan

ilustrasi kalguksu dengan mi instan yang siap disajikan (freepik.com/rawpixel-com)

Ketika waktu terbatas dan rasa lapar mulai mengganggu, mi instan sering menjadi solusi yang langsung terlintas di benak banyak orang. Kombinasi rasa gurih dan kemudahan penyajiannya memang membuat makanan ini sulit ditolak. Meski begitu, mi instan juga dikenal memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi, terutama yang berasal dari bumbu pelengkapnya. 

Jika terlalu sering dikonsumsi, asupan natrium harian bisa meningkat tanpa disadari dan berpotensi memengaruhi tekanan darah. Kebiasaan menambahkan seluruh bumbu sekaligus juga dapat membuat kandungan natriumnya semakin tinggi. Sebagai alternatif, kamu bisa mengurangi penggunaan bumbu dan menambahkan sayuran segar agar menu ini menjadi lebih seimbang. 

2. Sosis dan nugget

ilustrasi snack platter (pexels.com/Nadin Sh)

Makanan olahan seperti sosis dan nugget kerap menjadi pilihan praktis untuk sarapan atau lauk pendamping. Banyak orang menyimpannya di freezer karena mudah diolah kapan saja saat dibutuhkan. Di balik kepraktisannya, produk ini biasanya mengandung natrium yang digunakan sebagai pengawet sekaligus penambah cita rasa. 

Jika terlalu sering masuk ke menu harian, sosis dan nugget bisa menyumbang natrium dalam jumlah yang cukup besar tanpa disadari. Belum lagi keduanya kerap dinikmati bersama saus atau pelengkap lain yang juga kaya natrium. Supaya asupannya tetap terkendali, batasi porsinya dan sesekali pilih sumber protein segar seperti ayam, ikan, atau telur.  

3. Keripik dan camilan kemasan

ilustrasi makan camilan (.freepik.com/freepikI)

Menonton film atau bekerja sambil ngemil sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Sayangnya, camilan kemasan seperti keripik kentang sering mengandung natrium dalam jumlah yang tidak sedikit. Karena ukurannya kecil dan mudah dimakan terus-menerus, banyak orang tidak sadar telah menghabiskan beberapa porsi sekaligus. 

Alhasil, jumlah natrium yang masuk ke tubuh bisa menumpuk tanpa terasa karena camilan tersebut sering dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ditambah lagi, sensasi gurihnya yang bikin nagih membuat tangan seolah sulit berhenti meraih bungkusan berikutnya. Agar kebiasaan ini tidak berdampak buruk bagi kesehatan, cobalah memilih camilan dengan kandungan garam lebih rendah atau beralih ke buah segar yang kaya nutrisi. 

4. Keju olahan

ilustrasi berbagai jenis keju (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Keju menjadi salah satu bahan favorit yang mampu membuat makanan terasa lebih gurih dan menggugah selera. Tak heran jika roti, burger, hingga aneka camilan kekinian sering menggunakan keju sebagai pelengkap maupun bintang utamanya. Meski begitu, beberapa jenis keju olahan ternyata mengandung natrium yang cukup tinggi akibat proses pengolahan dan pengawetannya. 

Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar secara rutin, kandungan tersebut dapat menambah total asupan natrium harian. Kondisi ini sering tidak disadari karena perhatian biasanya hanya tertuju pada kandungan lemak atau kalorinya. Untuk menyiasatinya, gunakan keju secukupnya dan kombinasikan dengan bahan makanan lain yang lebih segar. 

5. Saus dan bumbu siap pakai

ilustrasi saus dan bumbu instan (unsplash.com/Nik)

Bagi banyak orang, makanan rasanya belum lengkap tanpa tambahan saus, kecap, atau bumbu instan favorit. Selain praktis, bahan-bahan ini mampu memberikan sentuhan rasa gurih yang membuat hidangan terasa lebih nikmat. Di balik kepraktisannya, makanan ini ternyata menyimpan kandungan natrium yang cukup tinggi. 

Tanpa sadar, seseorang bisa menggunakan beberapa sendok sekaligus dalam satu kali makan. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, total asupan natrium harian dapat meningkat lebih cepat dari perkiraan. Mengurangi takaran penggunaan dan memanfaatkan rempah-rempah alami bisa menjadi langkah sederhana yang patut dicoba. 

6. Makanan kaleng

ilustrasi jenis-jenis tuna kaleng (pixabay.com/Joenomias)

Makanan kaleng menjadi solusi praktis ketika waktu memasak sangat terbatas. Produk seperti sup, ikan, atau daging kaleng biasanya memiliki masa simpan yang panjang sehingga banyak dipilih sebagai stok darurat. Agar kualitasnya tetap terjaga, produsen sering menambahkan natrium dalam proses pengolahannya. 

Menariknya, kadar natrium dalam makanan kaleng bisa cukup tinggi meski rasanya tidak selalu terasa asin di lidah. Karena sering dianggap praktis dan aman untuk dikonsumsi kapan saja, banyak orang tidak menyadari bahwa asupan natriumnya terus bertambah seiring waktu. Untuk menghindarinya, biasakan mengecek label gizi dan memilih produk dengan kandungan natrium yang lebih rendah saat berbelanja. 

7. Makanan cepat saji

ilustrasi makanan cepat saji (magnific.com/freepik)

Makanan cepat saji sering menjadi pilihan ketika jadwal padat dan waktu makan sangat terbatas. Menu seperti burger, ayam goreng, atau kentang goreng menawarkan rasa yang konsisten dan mudah ditemukan di berbagai tempat. Namun, makanan jenis ini biasanya mengandung natrium yang cukup tinggi dari bumbu, saus, maupun proses pengolahannya. 

Tanpa disadari, satu porsi makanan cepat saji saja sudah bisa menyumbang natrium dalam jumlah yang cukup tinggi. Jika terlalu sering menjadi menu andalan, pola makan sehari-hari pun bisa terasa kurang seimbang, terutama ketika konsumsi sayur dan buah masih minim. Karena itu, tidak ada salahnya menikmati makanan cepat saji sesekali sambil tetap mengutamakan pilihan menu yang lebih segar dan bernutrisi. 

Makanan tinggi natrium yang perlu dibatasi memang terasa lebih lezat dan praktis, namun sebaiknya jangan berlebihan dalam mengonsumsinya. Membatasi asupannya bukan berarti harus menghindari sepenuhnya, tetapi lebih kepada menjaga porsi dan menyeimbangkannya dengan makanan yang lebih segar dan bernutrisi. Jadi, dari tujuh makanan di atas, mana yang paling sering masuk ke menu harianmu? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article