Ada tiga jenis roti utama di sini. Pertama, sofdoh itu sendiri adalah produk andalan. Kedua, pretzel roti panggang khas Jerman dengan bentuk unik dan tekstur chewy. Ketiga, baguette bergaya Prancis dengan kulit luar renyah dan bagian dalam yang empuk. Untuk varian rasa, cranberry cheese, choco nut, dan choco cheese menjadi pilihan paling laris. Tersedia pula varian gurih seperti spicy beef floss dan tuna gochujang bagi yang suka rasa savory.
5 Oleh-oleh Kekinian Jogja, Bukan Cuma Bakpia dan Gudeg

- Jogja kini menawarkan berbagai oleh-oleh kekinian seperti Sofdoh, BONS Kombucha, Bolosego, Roti Sisir Jogja, dan Jirou Chocolate yang menghadirkan inovasi rasa serta kemasan modern.
- Sofdoh menghadirkan roti sourdough lembut bebas telur dan rendah gluten, sementara BONS Kombucha mempopulerkan minuman fermentasi lokal dengan varian rasa kreatif dari bahan-bahan Nusantara.
- Bolosego dikenal dengan lauk mercon pedasnya, Roti Sisir Jogja mempertahankan resep klasik dalam tampilan baru, dan Jirou Chocolate mencuri perhatian lewat konsep cokelat gradasi unik asal Jogja.
Jogja sudah lama dikenal sebagai kota dengan oleh-oleh yang ikonik. Nama-nama seperti bakpia dan gudeg hampir selalu muncul pertama kali di benak siapa saja yang baru pulang dari kota ini.
Namun, seiring waktu, peta kuliner oleh-oleh Jogja bergerak jauh lebih luas dari sekadar dua nama itu. Kini bermunculan produk-produk lokal dengan inovasi dan semangat memperkenalkan sesuatu yang berbeda. Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Kota Pelajar, berikut ini beberapa rekomendasi oleh-oleh kekinian Jogja yang wajib dibawa pulang.
1. Sofdoh, sourdough lembut yang bisa dibawa pulang

Sofdoh hadir sebagai jawaban atas anggapan bahwa sourdough itu keras dan berat di perut. Nama ini merupakan singkatan dari soft sourdough, dan memang itulah yang ditawarkan, yakni sourdough dengan tekstur lembut lewat inovasi fermentasi alami khusus. Produk ini bebas telur, rendah gluten, dan lebih nyaman dikonsumsi bahkan oleh mereka yang punya sensitivitas lambung.
Sofdoh tahan 3 hari di suhu ruang dan bisa bertahan hingga 7 hari jika disimpan di chiller, sehingga aman dibawa sebagai oleh-oleh lintas kota. Tokonya ada di Jogja dan Solo, tersedia di beberapa lokasi dan melayani pemesanan online. Harganya pun terjangkau, yakni mulai Rp20 ribuan.
2. BONS Kombucha, minuman fermentasi dari gang kecil Pakuncen

Di sebuah gang kecil di Desa Pakuncen, Yogyakarta, lahir merek minuman fermentasi yang kini distribusinya sudah menjangkau seluruh Jawa-Bali, bahkan bisa kamu jumpai di kafe hingga stasiun. Bons Fabriek adalah kombucha buatan lokal yang difermentasi dari jamur scoby dengan cita rasa khas yang terus dikembangkan. Dari 20 varian yang pernah diuji coba, 9 di antaranya sudah berhasil dipasarkan, dan 6 varian menjadi produk andalan saat ini.
Pilihan rasanya cukup beragam dan kreatif. Ada Summer Pink yang memadukan buah naga merah dan nanas, Purple Herbs dengan bunga telang, daun mint, dan kayu manis, serta Kawista Pride yang menggunakan sirup buah kawista dari Rembang.
Tersedia pula Soursop Delight dari sirsak lokal Jawa Tengah, Premium Green Tea dari Kebun Teh Nglinggo Samigaluh, hingga Ginger Sparkling dari jahe lokal Kulonprogo. Harganya sangat terjangkau, Rp25 ribu per kaleng, dengan bundling 6 pcs seharga Rp130 ribu atau paket hemat 10 pcs seharga Rp215 ribu. Produk ini sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari BPOM.
3. Bolosego, lauk mercon yang bikin nasi habis seketika

Nama Bolosego diambil dari bahasa Jawa. Bolo artinya teman dan sego artinya nasi. Sesuai namanya, brand ini memang lahir untuk menjadi teman setia makan nasi. Dirintis sejak masa pandemik 2020 oleh Dyah Laily Fardisa, Bolosego kini dikenal sebagai pelopor iga mercon berukuran besar dengan cita rasa pedas manis gurih yang khas.
Menu andalannya adalah oseng mercon iga sapi, paru mercon, tuna suwir, dan cumi sambal ijo. Semua dimasak tanpa bahan pengawet, dengan daging yang empuk dan porsi yang tidak tanggung-tanggung. Ini bukan sekadar lauk biasa, tapi sesuatu yang bisa bikin makanan sederhana terasa lebih istimewa.
Bolosego tersedia di Jalan Kabupaten KM 3,5 Ruko C, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta, sehingga mudah dijangkau sebelum meninggalkan Jogja. Produk ini cocok dikemas sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah yang doyan pedas.
4. Roti Sisir Jogja, resep jadul dengan kemasan modern dari Delicia Bakery

Roti Sisir Jogja adalah produk yang lahir dari Delicia Bakery, toko roti legendaris Jogja yang sudah berdiri sejak 1989. Brand ini sengaja diciptakan pada awal pandemi 2020 untuk memperkaya pilihan oleh-oleh Jogja di luar bakpia dan gudeg. Resep dasarnya turun-temurun dari generasi awal Delicia, lalu dikembangkan dengan inovasi isian dan rasa yang terus diperluas agar tidak membosankan.
Tersedia dalam 4 varian besar, yaitu manis, daging, spesial, dan krispi. Varian classic butter, butter meses, serta smoked beef and cheese menjadi yang paling sering habis duluan. Roti ini menggunakan butter premium untuk menghasilkan tekstur lembut dan rasa kaya di setiap gigitan. Harga satuannya berkisar Rp15,5 ribu—Rp16 ribu, sementara paket boks isi 6 harganya mulai Rp73 ribu untuk varian manis dan bisa mencapai Rp106 ribu untuk varian spesial, seperti Lotus Biscoff atau Nutella.
Roti sisir ini bisa dibeli langsung di Delicia Bakery Pusat, yakni Jalan KHA Dahlan Nomor 101, Yogyakarta, atau di cabangnya, yakni Jalan Magelang. Siap memborong?
5. Jirou Chocolate, cokelat gradasi warna pertama di dunia dari Jogja

Jirou Chocolab adalah brand cokelat premium asal Yogyakarta yang mengklaim diri sebagai pelopor gradient chocolate pertama di dunia. Bukan klaim kosong, karena produk ini memang menawarkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, yakni cokelat bar dalam satu kotak dengan tingkat kepekatan warna dan rasa yang berbeda-beda, mulai dari manis hingga pahit premium dalam satu rangkaian gradasi. Teksturnya chewy sekaligus meleleh di mulut dan kemasannya rapi. Sering dikira produk impor dari Jepang, lho!
Varian utamanya adalah gradient chocolate dan chocolate truffle dengan pilihan rasa matcha, tiramisu, milk lotus, dan dark chocolate, termasuk versi 75 persen kakao. Harga gradient chocolate ukuran kecil isi 6 bar sekitar Rp230 ribu—Rp295 ribu, sementara ukuran besar isi 12 bar sekitar Rp350 ribu—Rp370 ribu.
Tersedia pula edisi gift set dan hampers mulai dari Rp280 ribu—Rp648 ribu yang sangat layak dijadikan buah tangan premium. Jirou bisa menjadi pilihan oleh-oleh untuk momen spesial atau siapa saja yang ingin membawa pulang sesuatu yang benar-benar berbeda dari Jogja.
Lima produk ini hanyalah sebagian kecil dari yang sudah berkembang di Jogja belakangan ini. Setiap kali kamu kembali, selalu ada saja yang baru untuk ditemukan dan dibawa pulang. Jogja memang tidak pernah kehabisan cara untuk membuat orang ingin datang lagi.


















