Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbedaan Ristretto dan Lungo, Mana yang Cocok di Lidahmu?
ilustrasi espresso (unsplash.com/Adi Goldstein)
  • Ristretto dan lungo berbeda dari segi volume air, waktu ekstraksi, serta intensitas rasa; ristretto lebih pekat dan manis, sedangkan lungo lebih pahit dan ringan.
  • Waktu ekstraksi memengaruhi kadar kafein dan karakter rasa; lungo cenderung memiliki kafein lebih tinggi karena proses penyeduhan yang lebih lama.
  • Ristretto cocok bagi penikmat kopi kuat dan smooth, sementara lungo pas untuk yang ingin menikmati kopi lebih banyak dengan cita rasa ringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buat pencinta kopi, sudah tahu belum kalau espresso bukan cuma satu jenis? Ada ristretto dan lungo yang sering dianggap mirip, padahal karakter rasanya bisa sangat berbeda. Ristretto dikenal lebih pendek dan intens, sementara lungo lebih panjang dengan rasa yang cenderung lebih pahit.

Perbedaan proses seduh ini membuat cita rasa kopi terasa berbeda di setiap tegukan. Kalau kamu masih suka bingung mau pesan ristretto atau lungo di kedai kopi, memahami perbedaannya bisa sangat membantu. Yuk, simak lima perbedaan ristretto dan lungo untuk menemukan mana yang paling pas di lidahmu!

1. Perbedaan volume air dan ukuran shot

ilustrasi menyeduh kopi dengan mesin espresso (freepik.com/freepik)

Ristretto menggunakan volume air yang lebih sedikit dibandingkan dengan lungo saat proses ekstraksi. Biasanya, ristretto hanya menghasilkan sekitar 15–20 ml kopi dalam satu shot. Sementara itu, lungo bisa mencapai 40—60 ml atau lebih, sehingga volumenya jauh lebih panjang.

Perbedaan volume air ini membuat ristretto terasa lebih pekat dan intens. Sebaliknya, lungo terasa lebih ringan karena menggunakan lebih banyak air saat ekstraksi. Itulah sebabnya lungo sering dijuluki espresso versi panjang.

2. Waktu ekstraksi yang berbeda

ilustrasi menyeduh kopi (pexels.com/Chevanon Photography)

Ristretto diseduh dengan durasi ekstraksi yang lebih singkat dibandingkan espresso biasa. Proses seduhnya dihentikan lebih cepat agar rasa pahit tidak terlalu dominan. Sebaliknya, lungo diekstraksi lebih lama karena air dibiarkan mengalir lebih panjang melalui bubuk kopi.

Waktu ekstraksi yang lebih panjang membuat lebih banyak senyawa larut dalam cangkir lungo. Hal ini juga memengaruhi tingkat kepahitan dan kompleksitas rasa. Jadi, durasi ekstraksi punya peran besar dalam karakter rasa keduanya.

3. Karakter rasa di lidah

ilustrasi secangkir lungo (pexels.com/Skylar Kang)

Ristretto dikenal dengan rasa yang lebih manis, kental, dan body yang kuat. Karena ekstraksinya singkat, senyawa pahit belum terlalu banyak keluar. Lungo cenderung lebih pahit dan ringan di mulut karena diekstraksi lebih lama.

Selain itu, lungo sering punya aroma yang lebih kaya dan berlapis. Ada juga yang lebih suka lungo karena sensasi kopinya lebih kuat terasa. Pada akhirnya, preferensi rasa bersifat subjektif dan bergantung pada selera masing-masing.

4. Kandungan kafein keduanya berbeda

ilustrasi orang sedang menuang kopi (pexels/LinaKivaka)

Banyak yang mengira ristretto lebih kuat karena rasanya intens, padahal kandungan kafeinnya tidak selalu lebih tinggi. Lungo justru bisa mengandung lebih banyak kafein karena proses ekstraksi yang lebih lama. Semakin lama air bersentuhan dengan bubuk kopi, semakin banyak kafein yang terekstraksi.

Meski begitu, selisih kandungan kafein keduanya tidak selalu besar dan bisa dipengaruhi jenis biji kopi yang digunakan. Artinya, rasa yang lebih kuat tidak selalu identik dengan kafein yang lebih tinggi. Bagi yang sensitif terhadap kafein, konsumsi lungo sebaiknya dibatasi.

5. Kapan sebaiknya memilih ristretto atau lungo?

ilustrasi lungo (vecteezy.com/Andrey Starostin)

Ristretto cocok buat kamu yang suka kopi pekat, smooth, dan minim pahit. Minuman ini juga pas untuk espresso-based drinks yang butuh rasa kuat, seperti flat white atau cappuccino. Lungo lebih cocok untuk kamu yang ingin kopi lebih banyak tanpa menambah air secara manual seperti americano.

Kalau ingin ngopi lebih lama tanpa terasa terlalu pekat, lungo bisa jadi pilihan yang nyaman. Di kedai kopi, barista biasanya memilih ristretto atau lungo berdasarkan karakteristik biji kopi. Karena itu, cobalah keduanya untuk menemukan mana yang paling sesuai dengan selera kamu.

Ristretto dan lungo sama-sama punya karakter unik yang bisa memengaruhi pengalaman ngopi kamu. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa lebih percaya diri saat memilih menu di kedai kopi. Sesuaikan pilihan dengan selera dan suasana, supaya setiap tegukan terasa lebih nikmat dan personal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team