Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbedaan Serai Bagian Putih dan Hijau untuk Masakan
ilustrasi serai untuk memarinasi udang (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)
  • Bagian putih serai lebih empuk, kaya minyak atsiri, dan beraroma tajam, sedangkan bagian hijau lebih keras, berserat, serta digunakan untuk memberi aroma ringan pada masakan.
  • Serai putih cocok diiris atau dihaluskan agar menyatu dengan bumbu, sementara serai hijau cukup dimemarkan atau diikat simpul untuk mengeluarkan aroma tanpa ikut dimakan.
  • Serai putih ideal untuk sambal matah, pepes, dan kari; sedangkan serai hijau pas untuk sup, nasi kuning, serta minuman herbal yang butuh wangi segar tanpa ampas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti sering menemukan serai di dapur. Namun, pernahkah kamu merasa bingung kenapa ada resep yang menyuruh serai diiris tipis, sementara resep lain minta serainya cukup dimemarkan? Ternyata, tanaman yang punya aroma sitrus segar ini memiliki karakter yang sangat berbeda antara bagian pangkal yang putih dan bagian batang yang hijau.

Sebagai bumbu dapur yang sangat krusial dalam masakan Indonesia, memahami cara mengolah kedua bagian ini bakal bikin masakan kamu naik kelas. Jangan sampai niat hati bikin sambal yang segar, malah jadi keras karena salah pilih bagian serai. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan serai bagian putih dan hijau dalam masakan berikut ini. Jangan tertukar lagi, ya!

1. Mengenal karakteristik fisik keduanya

ilustrasi serai dan nasi (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Perbedaan yang paling mencolok tentu terlihat dari penampakannya. Bagian putih atau pangkal batang adalah area yang berada paling dekat dengan akar. Teksturnya cenderung lebih empuk, berdaging, dan warnanya putih sedikit kehijauan. Bagian ini mengandung konsentrasi minyak atsiri yang paling tinggi, sehingga aromanya sangat tajam.

Sebaliknya, bagian hijau yang berada di batang atas hingga daun memiliki karakteristik yang jauh lebih keras, berserat, dan cenderung berkayu. Jika kamu mencoba menggigit bagian ini secara langsung, rasanya akan sangat alot dan sulit dikunyah. Karena perbedaan tekstur yang signifikan ini, perlakuan yang kamu berikan pada keduanya tidak bisa disamakan di dapur.

2. Cara penggunaan yang tepat di dapur

ilustrasi serai (unsplash.com/volant)

Karena bagian putih lebih lunak, bagian ini paling baik diolah dengan cara diiris tipis-tipis, dicincang halus, atau dihaluskan bersama bumbu lainnya, seperti bumbu dasar atau bumbu halus. Kamu tidak perlu khawatir teksturnya bakal mengganggu saat dimakan karena bagian putih ini akan hancur atau menyatu dengan baik saat dimasak.

Untuk bagian hijau, karena teksturnya yang berserat dan keras, teknik yang digunakan adalah dengan dimemarkan atau diikat simpul. Tujuannya bukan untuk dimakan, melainkan agar minyak aromatik di dalamnya keluar dan meresap ke dalam masakan. Setelah masakan matang, biasanya bagian hijau ini akan disisihkan dan tidak ikut dihidangkan di atas piring.

3. Fungsi dan aroma yang dihasilkan

ilustrasi serai (unsplash.com/Laura Mitulla)

Bicara soal fungsi, bagian putih adalah primadona untuk memberikan aroma dan rasa sitrus yang sangat kuat. Selain itu, karena bisa dihaluskan, bagian putih juga berfungsi memberikan tekstur yang kaya pada bumbu masakan kamu. Masakan akan terasa lebih nendang dan aromatik jika kamu menggunakan bagian putih ini sebagai campuran bumbu utama.

Sementara itu, bagian hijau berfungsi sebagai pemberi aroma segar yang lebih ringan atau sering disebut sebagai teknik infuse. Bagian ini memberikan sentuhan wangi serai yang elegan ke dalam cairan (kuah) tanpa meninggalkan tekstur kasar yang mengganggu lidah. Jadi, fungsi utamanya benar-benar sebagai pengikat aroma tambahan agar masakan tidak berbau amis dan terasa lebih segar.

4. Contoh masakan yang cocok untuk masing-masing bagian

ilustrasi serai (unsplash.com/Сергей Орловский)

Agar tidak bingung, kamu perlu tahu masakan apa saja yang menggunakan kedua bagian ini. Bagian putih sangat cocok untuk masakan yang bumbunya ikut dimakan atau meresap kuat, contohnya sebagai berikut.

  • Sambal matah: Di sini serai bagian putih diiris sangat tipis untuk memberikan ledakan rasa segar.

  • Bumbu pepes dan bumbu dasar gulai: Dihaluskan agar rasa sitrusnya menyatu sempurna dengan rempah lain.

  • Kari dan acar: Memberikan kedalaman rasa pada saus atau kuahnya.

Sedangkan bagian hijau lebih sering digunakan pada masakan berbasis kuah bening atau masakan yang membutuhkan aroma tanpa merusak tampilan. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

  • Sup dan soto: Cukup digeprek agar kuah tetap bening tapi wangi.

  • Nasi kuning: Diikat simpul agar nasi menjadi harum saat proses pengukusan.

  • Minuman atau teh herbal: Memberikan efek relaksasi yang ringan tanpa ada ampas serat di dalam gelas.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kalau serai itu tidak cuma sekadar digeprek dan dicemplungkan. Dengan membedakan penggunaan bagian putih dan hijau, masakan kamu pasti bakal lebih autentik dan rasanya pun jadi lebih seimbang. Jadi, jangan sampai tertukar lagi saat sedang beraksi di dapur, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team