Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Do’s and Don’ts Mengemas Daging Kurban, biar Awet Tahan Lama

Do’s and Don’ts Mengemas Daging Kurban, biar Awet Tahan Lama
Potret daging sapi (unsplash.com/Usman Yousaf)
Share Article

Saat Hari Raya Iduladha, daging kurban biasanya dibagikan dalam jumlah cukup banyak dan tidak langsung habis diolah dalam satu hari. Oleh karena itu, cara mengemas daging menjadi hal penting yang perlu diperhatikan karena bisa membantu menjaga kualitas, kebersihan, sekaligus membuat daging lebih tahan lama saat disimpan. Namun, sayangnya metode pengemasan daging kurban sering kali masih dianggap sepele.

Padahal kalau salah menyimpan atau mengemas, daging bisa lebih cepat berubah warna, berbau, bahkan kualitasnya menurun sebelum sempat dimasak. Apalagi daging mentah termasuk bahan makanan yang cukup sensitif terhadap suhu dan kelembapan.

Supaya stok daging kurban tetap segar dan aman dikonsumsi, berikut beberapa do’s and don’ts yang perlu diperhatikan saat mengemasnya.

Do’s (yang sebaiknya dilakukan) saat mengemas daging kurban

Potret memotong daging sapi
Potret memotong daging sapi (unsplash.com/Kyle Mackie)

1. Pisahkan daging per porsi.

Sebelum disimpan, sebaiknya daging dibagi terlebih dahulu sesuai kebutuhan memasak. Misalnya untuk satu kali masak sate, sop, atau rendang. Cara ini membuat daging lebih praktis digunakan tanpa perlu mencairkan seluruh stok sekaligus.

2. Gunakan wadah atau plastik food grade.

Pilih kemasan yang aman untuk makanan seperti wadah kedap udara, vacuum bag, atau plastik food grade. Selain menjaga kebersihan, kemasan yang rapat juga membantu mengurangi paparan udara yang bisa mempercepat kerusakan daging.

Kalau ingin lebih ramah lingkungan, kamu juga bisa menggunakan besek bambu atau wadah reusable untuk distribusi awal.

3. Simpan daging dalam kondisi kering.

Daging sebaiknya dikemas dalam kondisi tidak terlalu basah, agar kualitasnya lebih terjaga selama penyimpanan. Kalau permukaannya terlalu lembap, daging bisa lebih cepat berlendir dan memicu pertumbuhan bakteri.

4. Beri label tanggal penyimpanan.

Kalau menyimpan cukup banyak stok di freezer, jangan lupa beri label tanggal penyimpanan pada kemasan. Cara sederhana ini membantu kamu mengetahui mana daging yang harus digunakan lebih dulu agar tidak terlalu lama tersimpan.

5. Segera simpan di kulkas atau freezer.

Setelah dikemas, daging sebaiknya langsung dimasukkan ke kulkas dengan suhu dingin dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Untuk konsumsi beberapa hari ke depan, simpan daging di chiller. Jika ingin disimpan lebih lama, freezer jadi pilihan terbaik.

Don’ts (yang sebaiknya dihindari) saat mengemas daging kurban

Potret daging sapi
Potret daging sapi (pexels.com/Tom Tran)

1. Jangan mencuci daging sebelum disimpan.

Masih banyak orang terbiasa mencuci daging mentah sebelum masuk kulkas. Padahal, air justru bisa membuat permukaan daging lebih lembap dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Daging lebih baik dicuci nanti saat akan dimasak.

2. Jangan mencampur daging mentah dan jeroan.

Jeroan memiliki aroma dan karakter penyimpanan berbeda dibanding daging biasa. Sebaiknya pisahkan kemasannya agar kualitas dan kebersihan tetap terjaga. Cara ini juga membantu mencegah aroma bercampur selama penyimpanan.

3. Jangan mengisi kemasan terlalu penuh.

Kemasan yang terlalu padat bisa membuat suhu dingin tidak merata saat proses penyimpanan. Selain itu, daging juga jadi lebih sulit dipisahkan ketika akan dimasak kembali.

4. Jangan membekukan ulang daging yang sudah dicairkan.

Daging yang sudah keluar dari freezer dan mencair sebaiknya langsung diolah. Membekukan ulang dapat memengaruhi tekstur sekaligus meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Jadi, pembagian per porsi sejak awal sangat disarankan.

5. Jangan menyimpan terlalu lama tanpa pengecekan.

Meski disimpan di freezer, kualitas daging tetap bisa menurun jika terlalu lama dibiarkan. Sesekali cek warna, aroma, dan kondisi kemasan untuk memastikan daging masih layak konsumsi.

Mengemas daging kurban dengan benar bukan hanya membuat stok lebih rapi, tetapi juga membantu menjaga kualitas dan keamanan saat dikonsumsi nanti. Dengan mengikuti do's and don'ts di atas, daging bisa tetap segar lebih lama dan siap diolah menjadi berbagai menu favorit keluarga.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu

Related Articles

See More

8 Resep Bumbu Tongseng Daging Kurban Idul Adha, Pasti Enak

27 Mei 2026, 11:01 WIBFood