Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejarah Hot Dog yang Mendunia, Bukan Roti Sosis Biasa!
ilustrasi hot dog (unsplash.com/id/@phsecan)
  • Hot dog berawal dari sosis tradisional Jerman yang dibawa imigran ke Amerika Serikat pada 1860-an, lalu dikenal luas dengan sebutan ‘hot dog’ karena bentuknya mirip anjing dachshund.
  • Kepopulerannya meningkat lewat penjualan di Coney Island dan acara besar seperti kontes makan Nathan’s Famous setiap 4 Juli, hingga menjadi ikon kuliner Amerika dan dirayakan tiap 17 Juli.
  • Beragam varian muncul seperti Chicago hot dog, New York-style hot dog, dan corn dog, masing-masing punya ciri khas topping serta cara penyajian yang mencerminkan budaya lokalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hot dog dikenal sebagai salah satu makanan cepat saji terpopuler di dunia yang identik dengan makanan festival dan pertandingan olahraga. Bentuknya yang sederhana tapi mengenyangkan membuat makanan ini digemari banyak orang dari berbagai usia.

Namun, di balik tampilannya yang praktis, sejarah hot dog ternyata menyimpan cerita panjang yang menarik untuk dibahas. Banyak orang mengira hot dog berasal langsung dari Amerika Serikat, padahal makanan ini punya hubungan erat dengan budaya kuliner Eropa, khususnya Jerman.

Perjalanan hot dog dari sosis tradisional hingga menjadi ikon street food dunia berlangsung selama ratusan tahun dan dipengaruhi oleh banyak budaya. Yuk, simak sejarah hot dog selengkapnya berikut ini!

1. Asal-usul kemunculan sosis dan kenapa disebut hot dog

ilustrasi sosis (pexels.com/@107014568)

Asal-usul hot dog tak lepas dari sejarah sosis. Sosis sudah dikenal sejak zaman kuno dan bahkan disebutkan dalam Odyssey karya Homer pada abad ke-9 SM. Meski Frankfurt di Jerman sering dianggap sebagai tempat lahirnya sosis frankfurter, ada juga cerita yang menyebut sosis tersebut pertama kali dibuat oleh seorang tukang daging bernama Johann Georghehner di Coburg pada akhir 1600-an. Setelah itu, ia disebut membawa dan memperkenalkan sosis buatannya ke Frankfurt hingga akhirnya terkenal dan menjadi cikal bakal hotdog modern.

Di samping itu, seperti dilansir Britannica, disebutkan bahwa dua kota di Eropa, yaitu Frankfurt di Jerman dan Vienna di Austria, sama-sama mengklaim sebagai tempat lahir sosis yang menjadi cikal bakal hot dog. Nama frankfurter berasal dari Frankfurt, sedangkan istilah Wiener diambil dari nama Jerman untuk Vienna, yaitu Wien.

Saat imigran Jerman membawa makanan ini ke New York pada 1860-an, para pedagang kaki lima mulai menjualnya sebagai “sosis dachshund” karena bentuknya mirip anjing dachshund, hingga akhirnya ini menjadi jawaban kenapa hot dog disebut hot dog yang kemudian populer di seluruh Amerika Serikat.

2. Kepopuleran hot dog hingga dirayakan di banyak negara

ilustrasi hot dog (pexels.com/id-id/@daisy-anderson)

Dilansir The Spruce Eats, ide menyajikan hot dog di dalam roti hangat sering dikaitkan dengan Harry Magely, pengelola katering stadion Polo Grounds di New York City, yang meminta para penjual menawarkan “red hots” kepada penonton. Namun, ada juga cerita yang menyebutkan pedagang bernama Charles Feltman sebagai orang pertama yang menjual hotdog dalam roti di Coney Island pada 1867. Sejak saat itu, hotdog semakin populer di Amerika Serikat, bahkan menjadi makanan favorit saat pesta barbecue keluarga hingga pernah disajikan Presiden Franklin D. Roosevelt kepada Raja George VI dalam acara kenegaraan tahun 1939.

Geliat hot dog di Coney Island kian berkembang setelah mantan karyawan Charles Feltman sendiri, yang merupakan imigran Polandia bernama Nathan Handwerker, membuka gerainya pada 1916. Menurut Britannica, melalui usahanya yang kemudian dikenal sebagai Nathan's Famous, Handwerker sukses menarik perhatian banyak orang dengan mengadakan kontes makan hot dog setiap 4 Juli, tradisi yang masih berlangsung hingga sekarang. Bahkan pada 2020, pemenang kompetisi tersebut mencetak rekor dengan memakan 76 hot dog dalam waktu 10 menit.

Pada masa itu, hot dog sebenarnya sudah mulai menyebar ke berbagai wilayah di Amerika Serikat dan menjadi makanan favorit masyarakat. Hot dog juga sempat disajikan dalam ajang World's Columbian Exposition 1893 di Chicago sebelum akhirnya identik dengan stadion baseball dan makanan praktis khas Amerika. Bahkan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, punya Hari Hot Dog Nasional yang diperingati setiap 17 Juli.

3. Variasi hotdog dan keunikannya

ilustrasi hot dog (pexels.com/@rdne)

Seiring waktu, muncul berbagai versi hot dog khas daerah yang gak melulu roti isi sosis. Topping beragam kian bermunculan dengan rasa yang gak kalah unik, mulai dari banyak topping sayuran, saus mustard, dan lain-lain. Supaya gak penasaran, simak beberapa jenis hotdog berikut ini:

  1. Chicago hot dog dikenal sebagai salah satu varian hot dog paling populer di Amerika Serikat karena topping-nya yang lengkap dan khas. Hot dog ini biasanya menggunakan sosis daging sapi dalam roti biji poppy yang diberi tambahan bawang cincang, irisan tomat, acar, paprika pedas, mustard kuning, hingga taburan garam seledri. Menariknya, penggunaan saus tomat pada chicago hot dog justru dianggap kurang cocok sehingga banyak penjual memilih tidak menyediakannya.

  2. New York-style hot dog menjadi salah satu ikon street food paling terkenal di Amerika Serikat dan sering muncul dalam berbagai film Hollywood berlatar New York. Hot dog ini biasanya berisi sosis sapi rebus dalam roti lembut dengan tambahan sauerkraut, mustard, dan saus bawang khas yang memiliki rasa manis gurih. Karena praktis dan mudah dimakan sambil berjalan, hot dog gaya New York sangat identik dengan kehidupan kota yang sibuk dan dinamis.

  3. Corn dog menjadi salah satu variasi hot dog paling unik karena tidak menggunakan roti seperti hot dog pada umumnya. Makanan khas Amerika ini dibuat dengan cara menusuk sosis menggunakan stik, lalu melapisinya dengan adonan tepung sebelum digoreng hingga berwarna keemasan dan renyah. Setelah matang, corn dog biasanya disajikan dengan berbagai saus seperti mustard, saus tomat, hingga madu yang memberikan perpaduan rasa manis dan gurih.

Nah, itu dia sejarah hot dog lengkap dengan varian dan jawaban kenapa makanan ini disebut hot dog. Punya cerita yang panjang, siapa sangka kalau makanan ini telah ada sejak puluhan tahun dan bisa bertahan sampai sekarang hingga punya hari perayaan. Nah, bagaimana denganmu? Apa kamu suka ,makan hot dog?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article