ilustrasi hot dog (pexels.com/id-id/@daisy-anderson)
Dilansir The Spruce Eats, ide menyajikan hot dog di dalam roti hangat sering dikaitkan dengan Harry Magely, pengelola katering stadion Polo Grounds di New York City, yang meminta para penjual menawarkan “red hots” kepada penonton. Namun, ada juga cerita yang menyebutkan pedagang bernama Charles Feltman sebagai orang pertama yang menjual hotdog dalam roti di Coney Island pada 1867. Sejak saat itu, hotdog semakin populer di Amerika Serikat, bahkan menjadi makanan favorit saat pesta barbecue keluarga hingga pernah disajikan Presiden Franklin D. Roosevelt kepada Raja George VI dalam acara kenegaraan tahun 1939.
Geliat hot dog di Coney Island kian berkembang setelah mantan karyawan Charles Feltman sendiri, yang merupakan imigran Polandia bernama Nathan Handwerker, membuka gerainya pada 1916. Menurut Britannica, melalui usahanya yang kemudian dikenal sebagai Nathan's Famous, Handwerker sukses menarik perhatian banyak orang dengan mengadakan kontes makan hot dog setiap 4 Juli, tradisi yang masih berlangsung hingga sekarang. Bahkan pada 2020, pemenang kompetisi tersebut mencetak rekor dengan memakan 76 hot dog dalam waktu 10 menit.
Pada masa itu, hot dog sebenarnya sudah mulai menyebar ke berbagai wilayah di Amerika Serikat dan menjadi makanan favorit masyarakat. Hot dog juga sempat disajikan dalam ajang World's Columbian Exposition 1893 di Chicago sebelum akhirnya identik dengan stadion baseball dan makanan praktis khas Amerika. Bahkan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, punya Hari Hot Dog Nasional yang diperingati setiap 17 Juli.