Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Anggur Bisa Menghambat Penurunan Berat Badan?

Benarkah Anggur Bisa Menghambat Penurunan Berat Badan?
ilustrasi anggur (vecteezy.com/tone.ff290377)
Share Article

Anggur kerap dicoret dari daftar buah yang boleh dikonsumsi saat diet karena rasanya yang dianggap  terlalu manis. Tidak sedikit orang menganggap buah ini mengandung gula terlalu tinggi sehingga dikhawatirkan dapat memperlambat penurunan berat badan.

Padahal, rasa manis pada makanan tidak selalu sejalan dengan jumlah kalorinya, apalagi jika berasal dari buah utuh. Lantas, benarkah anggur bisa menghambat penurunan berat badan? Berikut penjelasan dari sisi kesehatan.

1. Rasa manis anggur sering membuat orang salah menilai kalorinya

ilustrasi anggur
ilustrasi anggur (vecteezy.com/bam_bam-bu7201)

Rasa manis anggur berasal dari gula alami yang memang terkandung di dalam buah, bukan gula tambahan seperti pada minuman berpemanis atau makanan penutup. Dalam 100 gram anggur segar hanya terdapat sekitar 69 kalori, sehingga masih tergolong rendah untuk ukuran camilan. Bahkan, kandungan air pada anggur mencapai sekitar 80 persen dari berat buahnya. Hal ini membuat anggur memiliki energy density atau kepadatan energi yang rendah, yaitu jumlah kalori yang relatif sedikit dibandingkan volumenya.

Karena volumenya cukup besar, satu porsi anggur dapat membantu mengisi lambung tanpa menyumbang kalori berlebihan. Kesalahan yang sering terjadi justru berasal dari cara menilai makanan hanya berdasarkan rasa. Banyak makanan yang tidak terlalu manis ternyata mengandung kalori lebih tinggi karena kaya lemak, sedangkan buah seperti anggur tetap menyumbang vitamin, mineral, dan serat. Selama dikonsumsi dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan kalori harian, anggur tidak akan otomatis menggagalkan program penurunan berat badan.

2. Kulit anggur menyimpan senyawa antioksidan lebih banyak daripada daging buahnya

ilustrasi  anggur
ilustrasi anggur (vecteezy.com/ bteeranan)

Sebagian orang terbiasa mengupas kulit anggur sebelum memakannya karena kebiasaan. Padahal, bagian kulit justru menjadi tempat berkumpulnya berbagai senyawa antioksidan, terutama pada anggur merah dan ungu. Salah satu yang paling dikenal adalah resveratrol, yaitu senyawa polifenol yang banyak diteliti karena berpotensi membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain resveratrol, kulit anggur juga mengandung flavonoid dan antosianin yang berperan dalam memberikan warna merah hingga ungu pada buah. Berbagai senyawa tersebut diketahui berkontribusi dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, membantu mengurangi stres oksidatif, dan mendukung fungsi metabolisme tubuh.

Meski bukan zat yang bisa membakar lemak secara langsung, antioksidan tetap berperan dalam menjaga tubuh tetap sehat selama menjalani program diet. Itulah sebabnya mengonsumsi anggur utuh sering kali lebih dianjurkan daripada hanya memakan daging buahnya. Selama kulit telah dicuci bersih, bagian ini justru memberikan nilai gizi tambahan yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, manfaat anggur saat diet tidak hanya berasal dari kalorinya yang rendah, tetapi juga dari kandungan senyawa bioaktif yang dimilikinya.

3. Cara makan anggur bisa memengaruhi jumlah kalori yang masuk

ilustrasi anggur
ilustrasi anggur (vecteezy.com/tanu4869)

Bentuk penyajian anggur ternyata ikut menentukan nilai gizi yang diperoleh tubuh. Anggur segar masih mengandung air dan serat yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, ketika diolah menjadi jus, sebagian besar serat akan hilang sehingga gula alami lebih cepat diserap tubuh dan minumannya menjadi lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak. Perubahan yang lebih besar terjadi ketika anggur dikeringkan menjadi kismis. Proses pengeringan menghilangkan sebagian besar kandungan air sehingga gula dan kalorinya menjadi jauh lebih padat. Sebagai gambaran, 100 gram anggur segar mengandung sekitar 69 kalori, sedangkan jumlah yang sama dalam bentuk kismis dapat mencapai hampir 300 kalori atau lebih dari empat kali lipat.

Jika tujuanmu menurunkan berat badan, anggur segar menjadi pilihan yang lebih pas dibandingkan dengan jus maupun buah kering. Ukuran buah yang besar membuat proses makan berlangsung lebih lama sekaligus membantu mengendalikan rasa lapar tanpa menambah terlalu banyak kalori. Dengan kata lain, bukan anggurnya yang menjadi masalah, melainkan bentuk olahan dan jumlah yang dikonsumsi.

Menikmati anggur saat diet bukanlah hal yang perlu dihindari selama porsinya tetap wajar dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Memilih buah dalam bentuk utuh juga memberikan manfaat yang lebih lengkap dibandingkan dengan produk olahannya. Jadi, setelah mengetahui fakta mengenai anggur bisa menghambat penurunan berat badan, apakah kamu masih ragu mengonsumsi buah ini ke dalam menu diet sehari-hari?

Referensi

"Can grapes help with weight loss?" Medical News Today. Diakses pada Agustus 2026.

"Effects of Grape Seed Proanthocyanidin Extract on Obesity." Obesity Facts. Diakses pada Agustus 2026.

"Study Finds Astounding Effects of Dietary Grapes and the Potential for Health Benefits." Western New England University. Diakses pada Agustus 2026.

"The Best Time to Eat Grapes for Energy, Weight Loss, and Sleep." Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More