Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sering Disingkirkan, 5 Bahan Fine Dining Ini Ternyata Bisa Dimakan!

Sering Disingkirkan, 5 Bahan Fine Dining Ini Ternyata Bisa Dimakan!
ilustrasi hidangan fine dining (pexels.com/ Szymon Shields)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dalam fine dining, hampir semua elemen di piring punya fungsi rasa, aroma, atau tekstur, bukan sekadar hiasan semata.
  • Lima bahan yang sering disingkirkan tapi bisa dimakan antara lain microgreens, edible flowers, citrus zest, herb oil, dan dehydrated garnish.
  • Setiap komponen tersebut menambah keseimbangan rasa serta pengalaman makan yang lebih hidup dan tidak monoton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kalau kamu pernah makan di restoran fine dining, pasti pernah merasa ragu saat melihat isi piring yang terlihat cantik banget. Ada bunga kecil, daun unik, atau saus yang diteteskan tipis seperti lukisan. Banyak orang akhirnya memilih aman dengan hanya makan bagian utamanya dan menyisakan elemen lain karena dianggap hiasan.

Padahal dalam banyak kasus, elemen yang terlihat seperti dekorasi itu justru sengaja ditambahkan untuk dimakan. Dalam dunia fine dining, hampir tidak ada yang benar-benar diletakkan tanpa fungsi. Setiap komponen biasanya punya peran untuk menambah rasa, aroma, atau tekstur. Nah, ini dia lima elemen yang sering disingkirkan padahal sebenarnya bisa kamu nikmati.

1. Microgreens

ilustrasi microgreen
ilustrasi microgreen (pexels.com/ Deane Bayas)

Microgreens sering muncul sebagai taburan kecil di atas hidangan. Bentuknya mungil dan terlihat seperti garnish biasa, sehingga sering dianggap tidak penting.

Padahal rasanya cukup kuat dan segar, bahkan kadang lebih intens dibanding sayuran versi dewasa. Saat dimakan bersama hidangan utama, microgreens bisa memberi kontras rasa yang membuat keseluruhan sajian terasa lebih hidup dan tidak datar.

2. Edible flowers

ilustrasi edible flowers
ilustrasi edible flowers (pexels.com/ Teresa Wang)

Bunga di piring sering langsung diasosiasikan sebagai dekorasi. Warnanya yang cerah memang membuat plating terlihat lebih menarik, tapi bukan berarti hanya untuk dilihat.

Banyak bunga yang digunakan di dapur fine dining memang dipilih karena bisa dimakan dan punya rasa tertentu, mulai dari yang manis sampai sedikit pahit. Kehadirannya memberi dimensi baru yang tidak hanya mempercantik, tapi juga menambah rasa dan aroma.

3. Citrus zest

ilustrasi citrus zest
ilustrasi citrus zest (pexels.com/ furkanfdemir)

Serutan kulit jeruk atau lemon sering terlihat seperti detail kecil yang mudah diabaikan. Karena ukurannya tipis dan tidak mencolok, banyak orang mengira itu hanya bagian dari plating.

Padahal citrus zest punya aroma yang sangat kuat dan bisa langsung mengangkat rasa hidangan. Saat dimakan bersama komponen lain, efek segarnya terasa jelas dan membantu menyeimbangkan rasa yang lebih berat.

4. Herb oil

ilustrasi herb oil
ilustrasi herb oil (pexels.com/ DΛVΞ GΛRCIΛ)

Minyak berwarna hijau atau kuning yang diteteskan di piring sering terlihat seperti dekorasi artistik. Banyak yang tidak menyentuhnya karena takut merusak tampilan.

Padahal herb oil dibuat untuk dimakan bersama hidangan utama. Rasanya biasanya kaya aroma herbal dan membantu menyatukan elemen di piring. Kalau diabaikan, justru ada bagian rasa yang hilang.

5. Dehydrated garnish

ilustrasi dehydrated garnish
ilustrasi dehidrated garnish (pexels.com/ Mohamed Hergafi)

Potongan tipis yang terlihat kering dan ringan sering disangka hanya ornamen. Padahal banyak dari ini adalah garnish yang dikeringkan atau digoreng tipis untuk memberi tekstur.

Saat dimakan, elemen ini memberi sensasi renyah yang kontras dengan bagian lain yang lembut atau creamy. Dehydrated garnish membuat pengalaman makan terasa lebih unik dan tidak monoton.

Banyak orang terbiasa dengan konsep garnish sebagai hiasan semata, jadi saat melihat plating yang artistik, otomatis menganggap sebagian elemen tidak untuk dimakan.

Padahal dalam fine dining, pendekatannya berbeda. Apa yang terlihat cantik biasanya tetap punya fungsi rasa. Jadi penting untuk melihat piring sebagai satu kesatuan, bukan hanya fokus pada komponen utama saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei

Related Articles

See More