Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Gak Layak Konsumsi akibat Mati Lampu

4 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Gak Layak Konsumsi akibat Mati Lampu
ilustrasi stok buah dan sayur di kulkas (unsplash.com/Ello)
Intinya Sih
  • Pemadaman bergilir di Jawa, Bali, dan Madura akibat berkurangnya pasokan batu bara membuat banyak rumah tangga mengalami kerugian karena makanan di kulkas cepat rusak.
  • Tanda makanan tidak layak konsumsi setelah mati lampu meliputi perubahan aroma menjadi asam atau busuk, tekstur berlendir atau menggumpal, serta warna yang memucat atau menghitam.
  • Suhu bahan makanan yang hangat atau mencair total menandakan penurunan kualitas; daging dan frozen food sebaiknya tidak dibekukan ulang demi mencegah risiko kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Baru-baru ini, PLN melakukan pemadaman bergilir di wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Madura akibat berkurangnya pasokan batu bara selama dua pekan. Tidak hanya pelaku usaha yang terdampak, rumah tangga pun turut mengalami kerugian karena kebijakan tersebut.

Kulkas sendiri adalah salah satu barang elektronik vital di setiap rumah. Namun, karena terjadi pemadaman bergilir, stok sayuran, buah, hingga daging menjadi rusak karena kenaikan suhu. Agar tetap aman, kenali tanda makanan di kulkas sudah gak layak konsumsi akibat mati lampu berikut ini, ya!

1. Perubahan aroma

ilustrasi daging ayam
ilustrasi daging ayam (vecteezy.com/bigcxlotus)

Setelah mati lampu selama 3 jam, sebaiknya segera periksa stok bahan makanan di kulkas. Terutama, apakah ada aroma menyengat secara tiba-tiba setelah terjadi pemadaman bergilir? Daging ayam, sapi, ataupun frozen food yang terdampak biasanya akan berbau amis bercampur busuk dan terkadang asam.

Sementara itu, untuk produk olahan susu, seperti keju, yoghurt, ataupun susu, yang sudah tidak layak dikonsumsi karena mengalami kenaikan suhu di kulkas akan mengeluarkan aroma asam yang kuat. Bau asam tersebut juga akan tercium pada sisa makanan atau makanan matang yang disimpan di kulkas serta buah dan sayuran, lho.

2. Perubahan tekstur

ilustrasi sayuran
ilustrasi sayuran (pixabay.com/R Anestiev)

Selain aroma, perhatikan juga perubahan tekstur pada bahan makanan di kulkas setelah pemadaman bergilir selama berjam-jam. Daging sapi atau ayam yang rusak karena kenaikan suhu kulkas akibat mati lampu permukaannya akan berlendir atau lengket.

Tekstur keju dan susu yang terdampak juga biasanya menggumpal atau muncul endapan. Sementara itu, sayuran akan terlihat layu, lembek, dan yang paling parah, berair. Buah pun menunjukkan tanda-tanda yang sama dengan sayuran jika sudah tidak layak dikonsumsi.

3. Perubahan warna

ilustrasi buah-buahan
ilustrasi buah-buahan (pixabay.com/sindesign)

Bahan-bahan makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi akibat mati lampu juga menunjukkan perubahan warna. Jika memiliki stok daging ayam atau sapi di kulkas, perhatikan apakah ada perubahan pada warnanya. Daging yang busuk warnanya akan menjadi keabuan atau pucat, sehingga sebaiknya segera dibuang.

Kemudian, sayuran dan buah yang tidak fresh cenderung mengalami perubahan warna yang sangat jelas. Bahkan, tanpa memegang dan mencium aromanya. Warna sayuran dan buah yang harus disingkirkan dari kulkas dan tidak boleh diolah adalah yang menjadi kecokelatan atau kehitaman.

4. Suhu hangat atau cair total

ilustrasi daging beku
ilustrasi daging beku (unsplash.com/Victoria Shes)

Sebenarnya, bahan makanan aman meski mengalami mati lampu berjam-jam, asalkan pintu kulkas tetap tertutup rapat. Namun, penurunan performa kulkas juga dapat berdampak pada tingkat kelayakan konsumsinya, lho.

Karena itu, perhatikan suhu bahan makanan setelah terjadi pemadaman bergilir. Apakah menjadi hangat? Jika demikian, daging sudah tidak aman untuk dibekukan kembali di kulkas. Apalagi jika frozen food telah mencair sepenuhnya.

Meski masih layak dikonsumsi, pastikan cara pengolahannya tepat agar tidak mengalami keracunan atau masalah kesehatan. Karena pemadaman bergilir kemungkinan masih akan berlanjut, hindari bahan makanan yang mudah busuk, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More